Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Gedung Putih Dituding Jadi Cabang Pelapor Israel
Trending Indonesia

Gedung Putih Dituding Jadi Cabang Pelapor Israel

GunawatiBy Gunawati15-04-2026 - 12.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gedung Putih Dituding Jadi Cabang Pelapor Israel
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, melontarkan kritik pedas terhadap Gedung Putih, menuduhnya telah kehilangan independensi dalam kebijakan luar negerinya. Menurut Aref, pemerintah Amerika Serikat kini berfungsi sebagai "cabang pelapor" bagi Israel, sebuah tuduhan yang muncul setelah pengakuan mengejutkan dari Perdana Menteri Israel sendiri.

Aref menyuarakan kekesalannya melalui akun media sosial X pada Selasa (14/4). Pernyataan ini muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance "melapor kepada saya dalam perjalanan pulang dari Islamabad, seperti yang dia lakukan setiap hari."

Gedung Putih Dituding Jadi Cabang Pelapor Israel
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang pejabat senior pemerintah memberikan ‘briefing harian’ kepada kepala negara lain!" tulis Aref, mengutip laporan media Iran, Press TV, Rabu (15/4). Ia menambahkan bahwa situasi ini bukan sekadar masalah sepele, melainkan "penghinaan struktural." Aref juga mempertanyakan, "Apakah rakyat Amerika menyadari bahwa Gedung Putih secara efektif telah berubah menjadi ‘cabang pelapor’ untuk rezim lain?"

Sebelumnya, dalam rapat kabinet pada 13 April, Netanyahu memang mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Vance. Ia menyebut bahwa Vance telah memberikan informasi terbaru mengenai negosiasi dengan Iran secara "terperinci", sebuah praktik yang menurut Netanyahu, "dilakukan pemerintahan ini setiap hari."

Berita mengenai "briefing harian" ini segera memicu gelombang kemarahan dan perdebatan di berbagai kalangan politik. Banyak komentator berpendapat bahwa insiden ini mengindikasikan Israel memegang kendali signifikan, terutama saat AS dan Iran sedang berupaya mencari solusi permanen untuk konflik yang sedang berlangsung.

Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat sendiri baru saja berakhir pada 12 April di Islamabad, ibu kota Pakistan. Setelah 21 jam pembicaraan intens, kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan. JD Vance, dalam konferensi pers singkatnya, mengonfirmasi kegagalan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran setelah perundingan tersebut. Insiden ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik yang sudah tegang antara Teheran dan Washington.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Damai Paskah Rusia Ukraina Hancur Dalam Hitungan Jam

15-04-2026 - 12.45

London Bergejolak 500 Ditangkap Polisi

15-04-2026 - 12.30

Prioritas AS Bergeser Zelensky Mengeluh

15-04-2026 - 12.00

Babak Baru Hubungan Vietnam Vatikan

15-04-2026 - 10.45

Langkah Berani Pakistan Jet Tempur Mendarat di Saudi

15-04-2026 - 10.30

Ada Apa di Balik Kunjungan Lavrov ke China

15-04-2026 - 10.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.