Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Selat Hormuz di Ambang Krisis
Trending Indonesia

Selat Hormuz di Ambang Krisis

GunawatiBy Gunawati13-04-2026 - 21.45Tidak ada komentar4 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Selat Hormuz di Ambang Krisis
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington – Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, kini kembali menjadi pusat ketegangan setelah Amerika Serikat mengancam akan memblokadenya. Langkah ini diambil menyusul kegagalan perundingan damai dengan Iran, yang sebelumnya telah memblokade selat tersebut selama berminggu-minggu di tengah konflik dengan AS-Israel. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa eskalasi ini berpotensi memicu gejolak global yang lebih luas.

Sebelumnya, selama lebih dari enam minggu, Teheran telah menerapkan blokade di Selat Hormuz. Kebijakan ini diberlakukan menyusul kampanye pengeboman yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut. Iran mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melintas, namun melarang keras kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan pendukungnya. Parlemen Iran bahkan mengajukan rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit di selat tersebut dalam mata uang nasional, secara eksplisit melarang kapal-kapal AS dan Israel.

Selat Hormuz di Ambang Krisis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelum konflik memanas, sekitar 20 juta barel minyak global biasanya melintasi jalur perairan penting ini setiap harinya. Blokade yang dilakukan Iran memicu gangguan signifikan pada pasokan energi dunia, yang berujung pada peningkatan biaya pengiriman dan melonjaknya harga minyak global. Langkah Iran ini dipandang sebagai upaya untuk mendapatkan posisi tawar di tengah tekanan militer dan politik yang intens dari AS dan Israel.

Kenaikan harga minyak global yang drastis ini kemudian memicu gencatan senjata selama dua minggu dan perundingan damai tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran. Delegasi AS, yang dipimpin oleh JD Vance, bertemu dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan. Pertemuan ini menjadi salah satu kontak langsung paling signifikan antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir, menawarkan harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Namun, harapan itu pupus. Perundingan damai tersebut gagal mencapai kesepakatan. Baik AS maupun Iran saling menyalahkan atas kegagalan perundingan yang tidak membuahkan hasil tersebut.

Menanggapi kebuntuan ini, Presiden AS Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (12/4/2026) melontarkan ancaman serius. "Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses pemblokadean terhadap setiap dan seluruh Kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz," tegas Trump. Ia juga memperingatkan bahwa setiap warga Iran yang menembak ke arah kapal AS atau kapal damai akan "dihancurkan sepenuhnya."

AS menyatakan tujuan blokade ini adalah untuk membersihkan ranjau dan membuka selat untuk semua pelayaran, seraya mencegah Iran mengambil keuntungan dari kendali perairan tersebut. Militer AS telah mengumumkan bahwa dua kapal perangnya telah melintasi selat tersebut sebagai bagian dari operasi pembersihan ranjau. Trump bahkan memperingatkan bahwa pada akhirnya, pasukan AS akan "menumpas sisa-sisa kecil dari Iran" jika diperlukan.

Ancaman AS tidak berhenti di Selat Hormuz. Komando Pusat AS mengumumkan akan memulai blokade semua pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026) pukul 14.00 GMT. Blokade ini akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. Tujuannya jelas: melumpuhkan total otoritas Iran yang sebelumnya berkuasa di sana.

Iran segera bereaksi keras terhadap ancaman AS. Komando angkatan laut Garda Revolusi menegaskan bahwa "seluruh lalu lintas… berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata." Mereka memperingatkan, "Musuh akan terjebak dalam jurang kehancuran di Selat jika mereka melakukan langkah yang salah."

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam perundingan damai yang gagal di Pakistan, menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada ancaman AS. "Jika mereka melawan, kami akan melawan, dan jika mereka mengajukan argumen logis, kami akan menghadapinya dengan logika. Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberikan mereka pelajaran yang lebih besar," kata Ghalibaf kepada wartawan setibanya di Teheran dari Islamabad.

Eskalasi retorika dan ancaman tindakan militer di Selat Hormuz ini menunjukkan bahwa ketegangan antara AS dan Iran mencapai titik kritis. Dengan Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi pasokan energi global, setiap langkah yang diambil kedua belah pihak akan memiliki dampak luas yang harus diwaspadai dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Indonesia dan AS Sepakat Langkah Strategis Baru

14-04-2026 - 03.45

PBB Bersuara Keras Soal Selat Hormuz

14-04-2026 - 03.30

PM Italia Bela Paus Leo Trump Kena Semprot

14-04-2026 - 03.15

ASEAN Beri Peringatan Keras Krisis Hormuz

14-04-2026 - 03.00

Situasi Lebanon Memanas Ribuan Korban Berjatuhan

13-04-2026 - 23.45

Hormuz Memanas Trump Beri Ultimatum Mengejutkan

13-04-2026 - 23.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.