Internationalmedia.co.id – News – Kuala Lumpur, Malaysia dipastikan akan menjadi pengecualian dari rencana Iran untuk memberlakukan tarif tol bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menegaskan bahwa kapal-kapal tanker milik negaranya akan dibebaskan dari pungutan tersebut, sebuah keuntungan yang didasari oleh hubungan diplomatik yang erat antara kedua negara.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Loke secara gamblang menjelaskan, "Tidak, ini sama sekali tidak… Duta Besar Iran (untuk Malaysia) telah menyebutkan hal ini, tidak ada tol yang dikenakan pada kapal-kapal Malaysia." Ia menambahkan, "Kita adalah pihak yang bersahabat. Kita memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran," menekankan fondasi di balik keputusan tersebut.

Rencana pemberlakuan tarif tol ini pertama kali dilaporkan oleh media pemerintah Iran pada Senin (30/3), menyebutkan bahwa Komisi Keamanan Nasional parlemen telah menyetujui usulan tersebut. Selat Hormuz, jalur perairan krusial bagi pengiriman minyak dan gas global, telah menghadapi penutupan efektif sejak awal Maret akibat konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Meskipun demikian, kebijakan ini masih memerlukan persetujuan penuh melalui pemungutan suara di parlemen Iran sebelum dapat diberlakukan secara resmi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, pada Sabtu (28/3) mengumumkan bahwa kapal-kapal tanker Malaysia, termasuk yang dimiliki oleh raksasa minyak Petronas, Sapura Energy, dan perusahaan maritim MISC, sedang menanti izin untuk berlayar dengan aman melalui selat tersebut. Iran sendiri telah mengisyaratkan akan memberikan izin lintas bagi kapal-kapal dari negara-negara yang dianggapnya bersahabat.
Loke mengakui bahwa proses pelintasan bagi kapal-kapal tanker Malaysia akan memakan waktu karena "ada banyak kapal yang terdampar dan berlabuh di sana." Namun, ia tetap optimis. "Tetapi saya pikir pemerintah Iran telah memberikan komitmen mereka, dan kami pikir kapal-kapal kita akan dapat melewatinya," ujarnya, menunjukkan keyakinan pada janji Teheran.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pengumuman yang disiarkan televisi pekan lalu, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ucapan terima kasih tersebut atas pemberian jalan bagi Malaysia dan "melepaskan kapal-kapal tanker minyak dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang."

