Internationalmedia.co.id – News – Militer Israel mengonfirmasi deteksi serangan rudal pertama yang berasal dari wilayah Yaman. Insiden ini terjadi sejak konflik di Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu, dan muncul di tengah ancaman kelompok Houthi yang berbasis di Yaman untuk terlibat dalam pertempuran antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Sabtu (28/3) pagi, militer Israel menyatakan, "Pasukan kami telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju ke wilayah Israel." Mereka menambahkan bahwa "Sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut." Ini adalah kali pertama Israel secara eksplisit menyebutkan peluncuran rudal dari Yaman selama perang yang kini memasuki bulan kedua. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di Israel akibat serangan ini. Laporan dari media di Tel Aviv mengindikasikan bahwa rudal tersebut kemungkinan besar berhasil dicegat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klaim resmi dari kelompok Houthi, yang dikenal didukung oleh Iran, terkait serangan rudal terhadap Israel. Namun, sehari sebelumnya, pada Jumat (27/3), Houthi telah mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan bergabung dalam perang jika serangan AS-Israel terus menargetkan Iran atau sekutunya, atau jika lebih banyak negara terlibat dalam konflik tersebut. "Kami menegaskan bahwa kami siap untuk melakukan intervensi langsung," demikian pernyataan tegas Houthi.
Kelompok yang menguasai wilayah-wilayah strategis di Yaman ini juga memperingatkan akan bertindak jika negara-negara lain ikut campur dalam konflik AS-Israel, atau jika Laut Merah digunakan untuk "operasi permusuhan." Di masa lalu, Houthi memang pernah menyerang kapal-kapal di Laut Merah sebagai respons terhadap serangan Israel di Jalur Gaza. Namun, mereka belum secara langsung terlibat dalam perang yang sedang berlangsung antara Iran melawan AS dan Israel.
Potensi masuknya Houthi ke dalam konflik ini secara signifikan meningkatkan prospek konfrontasi regional yang lebih luas. Hal ini mengingat kemampuan Houthi untuk melancarkan serangan terhadap target yang jauh di luar Yaman serta potensi mereka untuk mengganggu jalur pelayaran vital di sekitar Semenanjah Arab dan Laut Merah. Sebelumnya, sekutu-sekutu Iran lainnya di Lebanon dan Irak telah lebih dulu bergabung dalam eskalasi perang ini.
