Internationalmedia.co.id – News melaporkan, militer Israel mengonfirmasi insiden mengejutkan di mana dua rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara David’s Sling, menghantam wilayah Israel Selatan. Serangan ini menyebabkan puluhan orang terluka dan menimbulkan kerusakan signifikan, memicu pertanyaan besar tentang efektivitas perisai pertahanan Israel.
Serangan yang terjadi pada Sabtu (21/3) malam waktu setempat itu menargetkan Kota Dimona dan Arad. Kota Dimona, secara luas diyakini sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel yang tidak diumumkan, menjadi salah satu titik yang terkena dampak. Petugas pertolongan pertama Israel melaporkan, sebagian besar korban menderita luka akibat pecahan peluru atau saat bergegas mencari perlindungan.

Selain korban luka, beberapa bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan. Kegagalan sistem David’s Sling ini pertama kali diungkap oleh harian dan situs web keuangan Israel, Calcalist. Militer Israel, saat dikonfirmasi oleh internationalmedia.co.id, membenarkan bahwa David’s Sling, yang dinamai berdasarkan tokoh Alkitab yang mengalahkan Goliath, memang mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.
Sistem pertahanan David’s Sling, yang mulai beroperasi sejak April 2017, awalnya dirancang untuk mencegat roket berat dan rudal jelajah. Kegagalannya dalam menghadapi rudal balistik Iran menimbulkan pertanyaan, mengingat rudal balistik jarak jauh seperti yang ditembakkan Iran biasanya menjadi target utama sistem Arrow yang mencegat di luar atmosfer. Sementara itu, ancaman jarak pendek ditangani oleh Iron Dome dan sistem laser Iron Beam yang baru dikerahkan, menunjukkan kompleksitas dan hierarki pertahanan udara Israel.

