Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Australia mengambil langkah drastis dengan menutup sejumlah misi diplomatiknya di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik yang mengkhawatirkan, saat ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus memanas. Canberra bahkan menyebut beberapa kota yang menjadi lokasi misi diplomatiknya telah dihantam serangan.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, belum lama ini mengumumkan bahwa Canberra telah menutup sementara Kedutaan Besar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta di Tel Aviv, Israel. Konsulat Australia di Dubai, Uni Emirat Arab, juga turut ditutup sementara. Wong menjelaskan bahwa setidaknya sembilan kota tempat Kedutaan Besar dan Konsulat Australia berada telah dilanda serangan rudal dan drone.

"Serangan balasan Iran terus berlanjut dalam skala dan kedalaman yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Wong di hadapan parlemen Australia. Ia menambahkan bahwa konflik ini "kemungkinan akan meningkat dan berlanjut dalam waktu dekat." Wong juga menyebutkan bahwa misi di Abu Dhabi, Dubai, dan Tel Aviv harus ditutup secara fisik dalam seminggu terakhir. Selain itu, Australia telah menginstruksikan anggota keluarga pejabat diplomatik di Uni Emirat Arab dan Israel untuk meninggalkan negara-negara tersebut demi keselamatan. "Serangan berbahaya dan destabilisasi oleh Iran membahayakan nyawa warga sipil, termasuk nyawa warga Australia," tegas Wong.
Ketegangan di Timur Tengah memang telah meningkat tajam setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, seperti dilaporkan oleh internationalmedia.co.id.
Sejak konflik memanas, lebih dari 3.200 warga Australia telah berhasil dievakuasi dari Timur Tengah menggunakan 23 penerbangan komersial. Ketika konflik baru dimulai, tercatat sekitar 115.000 warga negara Australia berada di kawasan tersebut. Pemerintah Australia terus berkomitmen mendukung warganya yang terdampak, termasuk dengan perluasan upaya konsuler dan dimulainya kembali penerbangan komersial terbatas untuk membantu kepulangan mereka.

