Riyadh, Internationalmedia.co.id – News – Langit Arab Saudi kembali menjadi medan pertahanan pada Rabu (11/3) setelah rentetan serangan rudal dan drone diluncurkan ke berbagai wilayahnya. Kementerian Pertahanan Saudi mengumumkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan seluruh proyektil tersebut, di tengah memanasnya konflik regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sedikitnya enam rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan, lokasi strategis tempat puluhan jet tempur AS ditempatkan, berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Selain itu, sebuah rudal balistik lainnya juga berhasil dicegat di wilayah timur Arab Saudi, menambah daftar keberhasilan sistem pertahanan udara kerajaan.

Tak hanya rudal, sistem pertahanan udara Saudi juga menghadapi gempuran drone. Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan bahwa total tujuh drone yang mengarah ke ladang minyak Shaybah di area Empy Quarter atau Gurun Rub al Khali berhasil ditembak jatuh. Beberapa drone lainnya juga berhasil diintersep di area Al-Kharj dan Hafar al-Batin, menunjukkan skala serangan yang terkoordinasi.
Eskalasi di Timur Tengah ini terjadi pasca serangan gabungan skala besar oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi markas aset militer AS.
Meskipun Riyadh telah berulang kali memperingatkan bahwa Iran akan menjadi "pihak yang paling dirugikan" jika serangan terus berlanjut, rentetan gempuran ini tetap menghujani wilayah Saudi. Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa tindakan Iran "menandakan peningkatan eskalasi lebih lanjut" dan akan berdampak serius pada hubungan bilateral saat ini maupun di masa mendatang.
"Kami menekankan bahwa tindakan Iran saat ini terhadap negara-negara kami tidak mencerminkan kebijaksanaan atau kepentingan untuk menghindari perluasan siklus eskalasi, di mana Iran akan menjadi pihak yang paling dirugikan," tegas pernyataan resmi dari Riyadh. Otoritas Saudi juga menegaskan kembali hak negara mereka untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan demi melindungi rakyat, wilayah, dan kedaulatannya dari ancaman yang terus berlanjut. Situasi ini menyoroti ketegangan yang kian meruncing di kawasan Teluk.

