Internationalmedia.co.id – News – Teheran melontarkan ancaman serius terhadap Israel, menyatakan akan menargetkan reaktor nuklir Dimona sebagai respons terhadap gempuran berkelanjutan dari Tel Aviv dan Washington, serta upaya mereka untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Teheran. Berdasarkan laporan Internationalmedia.co.id, kantor berita Iran ISNA, mengutip seorang pejabat militer anonim, menegaskan bahwa situs nuklir Israel di Dimona akan menjadi sasaran jika Tel Aviv dan Amerika Serikat terus melanjutkan agenda tersebut.
Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, yang berlokasi di dekat kota Dimona, telah lama dicurigai sebagai kunci program senjata nuklir Israel. Secara konsisten, Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi atau membantah kepemilikan senjata nuklir. Berada di wilayah Negev, Israel selatan, lokasi ini termasuk yang paling dijaga ketat, dengan langkah-langkah pengamanan yang diyakini mencakup seluruh jajaran sistem pertahanan udara canggih Israel.

Ancaman terbaru dari Teheran ini dilontarkan di tengah gelombang serangan skala besar yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap negara Syiah tersebut sejak akhir Februari. Baik Washington maupun Tel Aviv secara terbuka menyatakan tujuan mereka adalah untuk mencegah Teheran mengembangkan bom nuklir dan menghancurkan program rudal balistik jarak jauh Iran. Lebih jauh, Israel secara aktif mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di negara tersebut, sementara AS mengindikasikan akan menyambut baik adanya perubahan kepemimpinan di Teheran.
Puncak ketegangan ini terjadi pada awal Maret, ketika sebuah kapal perang Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka. Insiden tragis itu terjadi setelah kapal perang tersebut dihantam serangan torpedo yang diluncurkan oleh sebuah kapal selam AS, mengakibatkan tewasnya sedikitnya 87 awak, sementara 32 lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka. Serangan AS itu terjadi saat kapal perang Iran tersebut sedang berlayar usai mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur.
Militer Iran dengan tegas menggambarkan insiden tersebut sebagai "serangan pengecut" dan bersumpah akan melakukan pembalasan, sebuah janji yang semakin memperkeruh situasi geopolitik yang sudah tegang di kawasan tersebut.

