Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Dubai, Uni Emirat Arab, ketika sebuah drone yang diyakini berasal dari Iran menabrak sebuah gedung di dekat kantor Konsulat Amerika Serikat. Peristiwa pada Selasa malam (3/3) ini sontak memicu kebakaran, menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.
Menurut laporan dari The Guardian, otoritas Dubai segera bertindak cepat memadamkan api. Kantor media Dubai mengonfirmasi bahwa kebakaran berhasil dikendalikan dan yang terpenting, tidak ada korban luka yang dilaporkan. Mereka juga menegaskan kembali komitmen untuk menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak di emirat tersebut. Sumber dari Wall Street Journal, mengutip pejabat AS dan kantor media pemerintah Dubai, menyebutkan bahwa drone tersebut secara spesifik menghantam area parkir konsulat.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam membumbung tinggi di sekitar lokasi konsulat, memicu kekhawatiran publik. Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, secara terang-terangan melaporkan bahwa drone yang menghantam konsulat AS di Dubai memang berasal dari Iran, mengindikasikan adanya eskalasi yang disengaja.
Insiden ini bukanlah kejadian terisolasi. Hanya sehari sebelumnya, pada Senin (2/3), dua drone juga menyerang Kedutaan Besar AS di Arab Saudi. Kedutaan Besar AS di sana segera mengeluarkan imbauan agar warga Amerika di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran mencari perlindungan. Keesokan harinya, Kedutaan Besar AS di Kuwait turut mengumumkan penutupan operasional dan layanan mereka hingga waktu yang belum ditentukan, mengindikasikan semakin gentingnya situasi keamanan regional bagi kepentingan AS.
Menanggapi serangkaian peristiwa ini, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS tengah berupaya keras membantu warga negaranya di Timur Tengah untuk meninggalkan wilayah tersebut. "Kami telah mengidentifikasi dan terus mencari opsi penerbangan charter, penerbangan militer, serta memperluas kapasitas penerbangan komersial, yang berarti bekerja sama dengan maskapai untuk menyediakan pesawat yang lebih besar dengan lebih banyak kursi," jelas Rubio kepada wartawan di Washington DC. Situasi di Timur Tengah kini semakin memanas, dengan serangkaian serangan drone yang menargetkan fasilitas diplomatik AS, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

