Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Ribuan Terjebak di Qatar Perang Jadi Biang Kerok
Trending Indonesia

Ribuan Terjebak di Qatar Perang Jadi Biang Kerok

GunawatiBy Gunawati03-03-2026 - 23.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Ribuan Terjebak di Qatar Perang Jadi Biang Kerok
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Doha kini menjadi saksi bisu terperangkapnya ribuan individu akibat penutupan wilayah udaranya. Konflik bersenjata antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran menjadi pemicu utama di balik keputusan krusial ini, meninggalkan sekitar 8.000 orang dalam ketidakpastian.

Menurut laporan Al-Jazeera pada Selasa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengonfirmasi bahwa hampir delapan ribu orang saat ini terdampar dalam status transit di negara tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengingat eskalasi ketegangan regional.

Ribuan Terjebak di Qatar Perang Jadi Biang Kerok
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Eskalasi konflik dimulai pada Sabtu (28/2), ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer berskala besar. Target utama serangan ini mencakup fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, lokasi-lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, pangkalan udara militer, serta sistem pertahanan udara Iran.

Serangan gabungan AS dan Israel ini dilaporkan telah merenggut nyawa sejumlah petinggi Iran. Bersamaan dengan itu, pada Sabtu (28/2), serangkaian ledakan dahsyat juga dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk Arab yang menjadi basis pangkalan militer Amerika Serikat. Negara-negara seperti Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait, semuanya melaporkan insiden ledakan pasca-serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Dalam perkembangan terbaru yang memanaskan situasi, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah berhasil menghancurkan sistem radar peringatan dini milik AS yang berlokasi di Qatar. Radar militer yang dimaksud, AN/FPS-132, dikenal sebagai fasilitas radar terbesar milik Amerika Serikat di seluruh kawasan Teluk.

IRGC menegaskan bahwa radar AN/FPS-132 tersebut, yang dirancang khusus untuk melacak rudal balistik dengan jangkauan hingga 5.000 kilometer, kini telah hancur sepenuhnya. Hingga berita ini diturunkan, Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Iran tersebut. Pernyataan IRGC secara spesifik menyebutkan, "Radar FP-132 Amerika yang ditempatkan di Qatar, dilengkapi dengan kemampuan khusus untuk melacak rudal balistik dan dengan jangkauan 5.000 kilometer, telah hancur total."

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Incar Kuba di Tengah Krisis Negara Ini

20-03-2026 - 03.45

Qatar Usir Staf Iran Langkah Mengejutkan di Teluk

20-03-2026 - 03.30

Trump Balas Wartawan Jepang Dengan Kejutan Sejarah

20-03-2026 - 03.15

Lebaran 2026 Iran Bikin Penasaran

20-03-2026 - 03.00

Ponsel Dilarang Total di Sekolah Polandia

19-03-2026 - 23.45

F-35 AS Mendarat Darurat Iran Jadi Sorotan

19-03-2026 - 23.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.