Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » AS Siapkan Drone Kamikaze Senjata Baru Gempur Iran
Trending Indonesia

AS Siapkan Drone Kamikaze Senjata Baru Gempur Iran

GunawatiBy Gunawati27-02-2026 - 21.30Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
AS Siapkan Drone Kamikaze Senjata Baru Gempur Iran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Amerika Serikat (AS) kini telah menyiapkan unit drone kamikaze pertamanya, siap untuk dikerahkan jika Presiden Donald Trump memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Drone-drone canggih ini, yang dirancang untuk serangan satu arah mematikan sekaligus misi pengintaian, menandai potensi eskalasi signifikan di kawasan Timur Tengah.

Kesiapan pengerahan unit drone serang tak berawak ini, yang dikenal sebagai Satuan Tugas Scorpion dan merupakan pengembangan dari unit eksperimental militer AS, pertama kali diungkap oleh media terkemuka Bloomberg, merujuk pada laporan Al Arabiya pada Jumat (27/2/2026). Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), dalam pernyataan emailnya kepada Bloomberg, menegaskan bahwa unit buatan SpektreWorks yang berbasis di Arizona tersebut kini sepenuhnya siap beroperasi.

AS Siapkan Drone Kamikaze Senjata Baru Gempur Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Hawkins menjelaskan, "Kami membentuk skuadron ini pada tahun lalu untuk dengan cepat melengkapi prajurit kami dengan kemampuan drone tempur terbaru yang terus berkembang." Pengerahan unit drone serang satu arah ini merupakan bagian integral dari strategi militer besar-besaran AS di Timur Tengah, yang diinstruksikan oleh Presiden Trump, dengan tujuan utama menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Di tengah ketegangan militer, perundingan antara AS dan Iran masih berlanjut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pada Kamis (26/2) di Jenewa, Swiss, bahwa kedua belah pihak telah mencapai kemajuan yang baik dan putaran perundingan berikutnya dapat segera digelar. Sementara itu, kemampuan operasional drone kamikaze ini telah dibuktikan melalui uji coba sukses di Teluk pada pertengahan Desember tahun lalu, diluncurkan dari dek penerbangan kapal USS Santa Barbara, salah satu kapal tempur pesisir yang dikerahkan di kawasan tersebut.

Menurut Anna Miskelley, seorang analis pertahanan dari Forecast International, pengerahan unit drone kamikaze ini menandai "pergeseran strategis dari ketergantungan militer AS pada platform bernilai jutaan dolar seperti MQ-9 Reaper, yang semakin sulit dibenarkan dalam konflik atrisi tinggi berbasis kawanan." Drone ini, yang secara resmi dikenal sebagai ‘Sistem Serangan Tempur Tak Berawak Berbiaya Rendah’ (LUCAS), diperkirakan CENTCOM hanya berharga sekitar US$ 35.000 (sekitar Rp 586,9 juta) per unit, menjadikannya opsi yang jauh lebih hemat biaya.

Drone LUCAS yang ringan ini memiliki kemampuan serbaguna, dapat diluncurkan untuk serangan satu arah, misi pengintaian, hingga serangan maritim. CENTCOM menegaskan bahwa drone tersebut memiliki "jangkauan yang luas dan dirancang untuk beroperasi secara otonom." Meskipun unit kamikaze ini hanya merupakan bagian kecil dari pengerahan militer AS yang lebih besar, potensi keterlibatannya dalam aksi militer mendatang akan menjadi yang pertama bagi satuan yang baru dibentuk ini. Ini juga akan memvalidasi mandat Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mempercepat adopsi pesawat tak berawak oleh militer AS.

Menariknya, drone kamikaze AS ini dilaporkan merupakan hasil rekayasa balik dari drone Shahed-136 buatan Iran. Fakta ini mengindikasikan bahwa AS masih berupaya mengejar ketertinggalan, mengingat pasukan Rusia dan Iran telah bertahun-tahun menggunakan drone kamikaze untuk menyerang berbagai target, menunjukkan dinamika persaingan teknologi militer yang kompleks.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Pengakuan Hillary Clinton Soal Epstein Mengejutkan

27-02-2026 - 23.00

Pimpinan Taliban Dikabarkan Gugur Misteri Menyelimuti

27-02-2026 - 21.15

Asia Selatan Bergejolak Perang Terbuka Dimulai

27-02-2026 - 21.00

Dua Negara di Ambang Perang China Beri Peringatan

27-02-2026 - 18.45

China Tumpas Jaringan Scam Online Myanmar

27-02-2026 - 18.30

Kapal Induk AS Terbesar Tiba di Israel Ada Apa

27-02-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.