Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Konsekuensi Mengerikan Serangan AS ke Iran
Trending Indonesia

Konsekuensi Mengerikan Serangan AS ke Iran

GunawatiBy Gunawati24-02-2026 - 21.45Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Konsekuensi Mengerikan Serangan AS ke Iran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News, Jenewa – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengeluarkan peringatan keras mengenai eskalasi luas jika negaranya diserang. Peringatan ini disampaikan menyusul peningkatan ancaman serangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang telah mengerahkan kekuatan militer besar ke kawasan tersebut.

Dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, pada Selasa (24/2/2026), Gharibabadi menyerukan kepada seluruh negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keadilan untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah eskalasi lebih lanjut. "Konsekuensi dari setiap agresi baru tidak akan terbatas pada satu negara, dan tanggung jawab penuh akan diemban oleh pihak yang memulai atau mendukung tindakan tersebut," tegasnya, seperti dilansir AFP.

Konsekuensi Mengerikan Serangan AS ke Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ancaman Trump mencakup pengerahan kekuatan udara dan laut secara masif ke Timur Tengah, disertai ultimatum agar Iran mencapai kesepakatan mengenai isu-isu utama, terutama program nuklirnya. Trump sendiri pekan lalu mengakui sedang mempertimbangkan serangan terbatas jika Iran tidak mencapai kesepakatan dalam perundingan.

Meskipun demikian, Iran menegaskan komitmennya terhadap jalur diplomasi. Perundingan tidak langsung antara negosiator Iran dan AS, yang dimediasi oleh Oman, telah berlangsung di Jenewa pekan lalu dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada Kamis (26/2) mendatang. Gharibabadi menyatakan bahwa Republik Islam Iran tetap teguh pada komitmennya terhadap diplomasi dan dialog, memandangnya sebagai jalur paling efektif menuju de-eskalasi dan keamanan yang berkelanjutan.

"Keterlibatan diplomatik baru-baru ini di Jenewa menunjukkan adanya celah baru bagi negosiasi untuk menjembatani perbedaan dan membangun kepercayaan," jelas Gharibabadi. Namun, ia menekankan bahwa negosiasi tersebut harus menghormati prinsip saling menghormati, perlakuan yang adil, serta penerapan norma internasional tanpa pilih kasih. Ia menambahkan, setiap negosiasi yang berkelanjutan dan kredibel harus menghormati hak-hak sah setiap negara berdasarkan hukum internasional, serta memberikan manfaat keamanan yang nyata tanpa adanya paksaan, tuntutan sepihak, atau ancaman kekerasan.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (23/2), memperingatkan AS bahwa setiap serangan, bahkan yang terbatas sekalipun, "akan dianggap sebagai tindakan agresi" dan akan ditanggapi dengan "respons yang ganas." Baghaei menegaskan bahwa Iran akan menggunakan hak inherennya untuk membela diri "secara ganas" jika diperlukan.

Ancaman militer dari AS dan Israel juga muncul setelah ribuan orang tewas akibat tindakan keras Teheran terhadap demonstrasi antipemerintah beberapa waktu lalu. Iran menegaskan, meskipun mengupayakan jalur diplomasi, negaranya siap untuk mempertahankan kedaulatan, wilayah, dan rakyatnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

18 Negara Kompak Lawan Israel

24-02-2026 - 23.30

Hujan Ekstrem Brasil Tewaskan Puluhan

24-02-2026 - 23.15

Lebanon di Ambang Bahaya Infrastruktur Jadi Target Utama

24-02-2026 - 23.00

Ancaman Misterius Guncang Kediaman PM Australia

24-02-2026 - 21.15

Iran Peringatkan Batas Merah Saat Mahasiswa Turun Jalan Lagi

24-02-2026 - 21.00

Dunia Bergejolak Trump Murka

24-02-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.