Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Terheran Iran Tak Gentar Tekanan Militer AS
Trending Indonesia

Trump Terheran Iran Tak Gentar Tekanan Militer AS

GunawatiBy Gunawati23-02-2026 - 16.45Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Terheran Iran Tak Gentar Tekanan Militer AS
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menunjukkan keheranan yang mendalam atas keteguhan Iran yang belum juga "menyerah" pada tuntutan pembatasan program nuklirnya, meskipun Washington telah mengerahkan kekuatan militer AS yang masif di kawasan Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pengerahan kekuatan militer ini bertujuan untuk menekan Teheran agar bersedia mencapai kesepakatan nuklir yang diinginkan AS.

Dalam wawancara dengan media AS, Fox News, Witkoff menuturkan bahwa Trump "penasaran" dengan sikap Teheran. "Saya tidak ingin menggunakan kata ‘frustrasi’, karena dia memahami bahwa dirinya memiliki banyak alternatif, tetapi dia penasaran mengapa mereka belum… Saya tidak ingin menggunakan kata ‘menyerah’, tetapi mengapa mereka belum menyerah," kata Witkoff dalam wawancara yang direkam pada Kamis (19/2) dan ditayangkan pada Sabtu (21/2) waktu setempat. Ia melanjutkan, "Mengapa, di bawah tekanan sedemikian rupa, dengan kehadiran kekuatan laut dan angkatan udara yang signifikan, mereka belum juga datang kepada kami dan menyatakan kesediaan untuk berkompromi? Namun, agak sulit membuat mereka sampai pada titik itu."

Trump Terheran Iran Tak Gentar Tekanan Militer AS
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peningkatan kekuatan militer AS di kawasan itu, termasuk pengiriman dua kapal induk beserta jet tempur dan persenjataan lainnya, dimaksudkan sebagai sinyal tegas kepada Teheran. Washington menuntut Iran untuk menyerahkan uranium yang diperkaya—yang menurut AS berpotensi digunakan untuk bom—menghentikan dukungan terhadap kelompok militan di Timur Tengah, serta menerima pembatasan pada program rudalnya.

Di sisi lain, Teheran bersikukuh bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai. Mereka menyatakan kesediaan untuk menerima sejumlah pembatasan sebagai imbalan atas pencabutan sanksi keuangan, namun menolak keras pembahasan isu-isu lain seperti rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan. Witkoff juga menyoroti bahaya pengayaan uranium Iran yang telah mencapai 60 persen kemurnian fisil, memperingatkan bahwa Teheran mungkin hanya tinggal seminggu lagi untuk memiliki bahan pembuatan bom kelas industri, sebuah situasi yang sangat berbahaya.

Di tengah ketegangan ini, perundingan nuklir antara AS dan Iran telah kembali bergulir dalam beberapa pekan terakhir, dengan Oman berperan sebagai mediator untuk mencegah potensi aksi militer. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengindikasikan bahwa draf proposal kesepakatan dengan AS akan siap dalam hitungan hari, menyusul ultimatum Trump yang memberikan waktu paling lama 15 hari kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan. Ancaman aksi militer masih membayangi, dengan AS yang telah menyiapkan potensi serangan udara, sementara Teheran mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan AS di kawasan jika diserang. Situasi ini mencerminkan kebuntuan diplomatik yang kompleks, di mana AS mencoba menekan Iran melalui kekuatan militer dan sanksi, sementara Iran tetap teguh pada posisinya, menolak untuk menyerah sepenuhnya pada tuntutan Washington.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Idulfitri Iran di Tengah Badai Perang

21-03-2026 - 23.30

Iran Terpukul Israel Hantam Jantung Rudal Balistik

21-03-2026 - 23.00

Inggris Izinkan AS Serang Iran dari Pangkalan Militer

21-03-2026 - 21.30

PM Australia Hadapi Amarah Jemaah Idul Fitri

21-03-2026 - 21.15

Horor Pabrik Suku Cadang Korea

21-03-2026 - 21.00

Khamenei Kirim Ucapan Idulfitri Penuh Makna

21-03-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.