Internationalmedia.co.id – News – Washington DC, Kematian gembong narkoba paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal luas sebagai "El Mencho", dalam sebuah operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2), kini menguak adanya peran signifikan dari Amerika Serikat. Sebuah satuan tugas baru yang dibentuk militer AS, dengan spesialisasi pengumpulan intelijen kartel, disebut-sebut menjadi faktor penentu di balik keberhasilan operasi yang menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tersebut.
Informasi ini diungkapkan oleh seorang pejabat pertahanan AS yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters, Senin (23/2). Satuan Tugas Gabungan Antarlembaga-Penangkal Kartel, yang melibatkan sejumlah lembaga pemerintah AS, secara resmi diluncurkan bulan lalu. Misinya adalah memetakan dan membongkar jaringan anggota kartel narkoba di kedua sisi perbatasan AS-Meksiko.

Meskipun pejabat AS tersebut menegaskan bahwa operasi penumpasan El Mencho sepenuhnya merupakan inisiatif militer Meksiko, ia tidak merinci jenis informasi yang diberikan oleh satuan tugas pimpinan AS itu. Namun, seorang mantan pejabat AS, juga dikutip Reuters, mengindikasikan bahwa Washington telah menyusun "paket target" yang sangat rinci mengenai El Mencho, kemudian menyerahkannya kepada pemerintah Meksiko untuk pelaksanaan operasi. Berkas tersebut mencakup data intelijen dari berbagai lembaga penegak hukum dan intelijen AS, mempertegas posisi El Mencho sebagai target utama AS di Meksiko.
Kementerian Pertahanan Meksiko sendiri, dalam pernyataan resminya, mengakui telah menerima "informasi tambahan" dari otoritas AS, meski detailnya tidak dijelaskan lebih lanjut. Sumber pemerintah Meksiko yang mengetahui jalannya operasi menegaskan bahwa desain dan eksekusi operasi sepenuhnya berada di tangan Meksiko, tanpa keterlibatan fisik dari militer AS.
Nemesio Oseguera, yang berusia 60 tahun, adalah sosok yang sangat licin. Mantan polisi ini bertransformasi menjadi pemimpin misterius Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), sebuah organisasi kriminal internasional yang diakui sebagai salah satu yang paling berkuasa di Meksiko. Selama bertahun-tahun, El Mencho berhasil lolos dari kejaran, bahkan dengan imbalan fantastis hingga US$ 15 juta (sekitar Rp 252,4 miliar) dari AS bagi siapa pun yang memberikan informasi penangkapannya.
Operasi militer Meksiko tersebut awalnya direncanakan untuk menangkap El Mencho hidup-hidup di Tapalpa, negara bagian Jalisco, yang merupakan salah satu basis kuat CJNG. Namun, perlawanan sengit dari anggota kartel memicu baku tembak mematikan dengan personel militer Meksiko. Menurut laporan Anadolu Agency, empat anggota CJNG tewas di lokasi kejadian, dan tiga lainnya mengalami luka parah sebelum akhirnya meninggal dunia saat dievakuasi ke Mexico City. Salah satu korban tewas tersebut dikonfirmasi sebagai El Mencho.
Kematian El Mencho segera memicu gelombang kekerasan dan kekacauan di beberapa wilayah Meksiko. Laporan menyebutkan mobil-mobil dibakar dan jalan-jalan utama diblokir oleh kelompok bersenjata di sejumlah negara bagian, menunjukkan respons brutal dari jaringan kartel yang kehilangan pemimpinnya.

