Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Dunia Terpecah Awal Ramadan Ini Alasannya
Trending Indonesia

Dunia Terpecah Awal Ramadan Ini Alasannya

GunawatiBy Gunawati17-02-2026 - 10.15Tidak ada komentar4 Mins Read4 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Dunia Terpecah Awal Ramadan Ini Alasannya
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Antusiasme menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M semakin memuncak. Namun, ada perbedaan jadwal awal puasa di berbagai belahan dunia. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, umat Muslim di Amerika Utara dipastikan memulai ibadah puasa pada 18 Februari 2026, sehari lebih awal dibandingkan mayoritas wilayah lain yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari. Perbedaan ini, seperti dilansir Al-Jazeera, Selasa (17/2/2026), bergantung pada penampakan hilal atau bulan sabit baru.

Penentuan awal Ramadan secara tradisional bergantung pada penampakan hilal. Syarat utamanya adalah bulan sabit harus terbenam setelah matahari, memungkinkan langit menjadi cukup gelap untuk melihat pendaran tipis bulan. Pada malam tanggal 17 Februari, yang merupakan hari ke-29 bulan Syakban dalam kalender Hijriah, para pengamat hilal akan mengarahkan pandangan ke barat, mencari penampakan bulan sabit pertama. Jika terlihat, 1 Ramadan akan dimulai pada 18 Februari. Namun, jika tidak, bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari, dan awal puasa akan jatuh pada 19 Februari.

Dunia Terpecah Awal Ramadan Ini Alasannya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di Arab Saudi, keputusan awal Ramadan diambil oleh Mahkamah Agung berdasarkan kesaksian penampakan hilal. Ada beberapa faktor krusial yang dipertimbangkan dalam proses pemantauan ini:

  1. Elongasi: Jarak sudut bulan dari matahari harus cukup jauh agar cahayanya tidak terhalang. Untuk pengamatan mata telanjang yang optimal, bulan idealnya berjarak 10-12 derajat dari matahari. Jika kurang dari 7 derajat, hilal mungkin terlalu tipis untuk memantulkan cahaya yang cukup.
  2. Ketinggian: Semakin tinggi posisi bulan saat matahari terbenam, semakin kecil gangguan dari atmosfer tebal dan kabut di dekat cakrawala. Ketinggian 10 derajat umumnya memadai untuk penglihatan jelas tanpa alat bantu, sementara 3-5 derajat mungkin memerlukan bantuan optik.
  3. Waktu Tunda (Lag Time): Ini adalah selisih waktu antara matahari terbenam dan bulan terbenam. Untuk pengamatan yang andal dengan mata telanjang, dibutuhkan setidaknya 45 menit agar langit cukup gelap. Durasi yang lebih lama tentu lebih baik.

Menurut data dari Crescent Moon Watch, pelacak bulan yang dikelola Kantor Almanak Nautika Inggris, bulan baru Ramadan secara astronomis akan lahir pada 17 Februari pukul 15.01 waktu Makkah (sekitar 19.01 WIB). Namun, pada malam yang sama di Makkah, matahari akan terbenam pukul 18.19 dan bulan hanya akan terlihat selama 3 menit. Dengan usia bulan baru yang baru 3 jam 18 menit, sangat kecil kemungkinan hilal dapat terlihat di mana pun di dunia pada malam tersebut. Ini mengindikasikan bahwa hari pertama Ramadan kemungkinan besar akan jatuh pada 19 Februari.

Sebaliknya, pada malam 18 Februari, kondisi pengamatan akan jauh lebih baik. Usia bulan akan mendekati 26 jam, posisinya lebih tinggi di langit, dan akan tetap terlihat lebih lama setelah matahari terbenam, membuatnya lebih mudah diamati oleh masyarakat.

Berikut prediksi 1 Ramadan 1447 di berbagai wilayah dunia:

  • Amerika Utara: Dewan Fiqh Amerika Utara (FCNA) dan Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA), yang mengandalkan perhitungan astronomi, telah resmi mengumumkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Perhitungan mereka mensyaratkan elongasi bulan minimal 8 derajat dan ketinggian bulan minimal 5 derajat di atas cakrawala saat matahari terbenam di suatu titik di bumi.
  • Eropa: Dewan Fatwa dan Penelitian Eropa (ECFR) serta Turki telah menetapkan Kamis, 19 Februari, sebagai hari pertama Ramadan. Alasannya, meskipun kelahiran astronomis bulan terjadi pada Selasa, penampakan hilal tidak mungkin dilakukan pada malam itu, baik dengan mata telanjang maupun alat optik.
  • Timur Tengah: Sebagian besar negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, baru akan membuat pengumuman final pada Selasa malam, 17 Februari. Namun, sangat tidak mungkin Mahkamah Agung Saudi akan menerima kesaksian penampakan hilal pada malam itu, mengingat alasan astronomis yang telah dijelaskan, sehingga kemungkinan besar 1 Ramadan akan jatuh pada 19 Februari.
  • Asia: Di Asia, awal Ramadan 2026 diprediksi kuat akan jatuh pada Kamis, 19 Februari, karena bulan akan terbenam sebelum matahari di sebagian besar wilayah ini pada Selasa malam. Singapura telah mengkonfirmasi 1 Ramadan pada Kamis, begitu pula negara-negara Asia Selatan seperti India dan Pakistan. Sementara itu, Indonesia akan menentukan awal Ramadan melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan sore ini.
  • Afrika dan Oseania: Pola serupa juga berlaku di Afrika, dengan sebagian besar negara memperkirakan 1 Ramadan pada 19 Februari. Demikian pula di Oseania, Dewan Imam Nasional Australia telah mengumumkan awal Ramadan jatuh pada 19 Februari.

Dengan demikian, umat Muslim di berbagai penjuru dunia akan memulai ibadah puasa dengan jadwal yang bervariasi, mengikuti metode penetapan yang diyakini masing-masing.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Horor di Langit Kolombia Pesawat Militer Jatuh

24-03-2026 - 23.15

Filipina Terancam Krisis Energi

24-03-2026 - 23.00

Taktik Trump Terbongkar Iran

24-03-2026 - 21.45

Trump Dialog Iran Netanyahu Ungkap Janji Besar

24-03-2026 - 21.30

Kekejaman Tak Terpikirkan Kapibara Jadi Korban

24-03-2026 - 21.15

Klaim Damai Trump Iran Bersikeras Tidak Ada

24-03-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.