Sebuah serangan bom bunuh diri yang mengguncang Masjid Imam Bargah Qash-e-Khadijatul Kubra di Islamabad, Pakistan, telah merenggut setidaknya 31 nyawa dan melukai 131 lainnya. Insiden tragis ini terjadi tepat setelah pelaksanaan salat Jumat, pada Jumat (6/2/2026), dengan jumlah korban yang diperkirakan masih bisa bertambah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, ledakan dahsyat tersebut menyisakan duka mendalam bagi ibu kota Pakistan.
Menurut keterangan dari sumber keamanan yang diperoleh AFP, pelaku bom bunuh diri berhasil dihentikan di gerbang masuk masjid sebelum ia meledakkan dirinya. Upaya pencegahan tersebut sayangnya tidak mampu menghindari jatuhnya banyak korban.

Hingga kini, belum ada satu pun kelompok teror yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan keji ini. Namun, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk menemukan dalang di balik ledakan tersebut dan menyeret mereka ke meja hijau.
Insiden ini menandai serangan paling mematikan yang melanda ibu kota Pakistan sejak September 2008, ketika sebuah bom truk bunuh diri menghancurkan sebagian hotel bintang lima Marriott dan menewaskan 60 orang. Peristiwa Jumat kelabu ini kembali membuka luka lama akan ancaman terorisme di negara tersebut.
Pemandangan mengerikan terlihat di Institut Ilmu Kedokteran Pakistan, tempat para jurnalis AFP menyaksikan korban berdatangan. Banyak di antaranya, termasuk anak-anak, dibawa masuk dengan tandu atau ditopang karena luka di lengan dan kaki mereka. Petugas medis dibantu warga sekitar tanpa henti menurunkan korban dengan pakaian berlumuran darah dari ambulans dan berbagai kendaraan, bahkan ada yang tiba di bagasi mobil, menunjukkan kepanikan dan urgensi situasi.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar mengutuk keras serangan ini, menyebutnya sebagai "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam." Melalui unggahan di platform X, Dar menegaskan bahwa "Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," mengirimkan pesan kuat tentang tekad bangsa menghadapi ancaman ini.

