Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Tragedi Keluarga Perth Ungkap Luka Sistem Disabilitas
Trending Indonesia

Tragedi Keluarga Perth Ungkap Luka Sistem Disabilitas

GunawatiBy Gunawati06-02-2026 - 18.00Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Tragedi Keluarga Perth Ungkap Luka Sistem Disabilitas
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Sebuah tragedi pembunuhan-bunuh diri yang merenggut nyawa empat anggota keluarga di Mosman Park, Perth, telah mengguncang Australia, memicu perdebatan serius mengenai sistem dukungan bagi orang tua yang merawat anak-anak dengan disabilitas. Insiden mengerikan ini, yang ditemukan pada Jumat, 30 Januari lalu, menyoroti celah dalam bantuan sosial yang tersedia.

Kepolisian Australia Barat mengonfirmasi bahwa personelnya menanggapi panggilan darurat ke sebuah kediaman di Mosman Park pada tanggal tersebut, menemukan empat jenazah: sepasang suami istri paruh baya dan dua putra remaja mereka. Sebuah catatan ditemukan di lokasi kejadian, bersama dengan tiga hewan peliharaan yang juga tewas, mengindikasikan kuat adanya tindak pembunuhan-bunuh diri.

Tragedi Keluarga Perth Ungkap Luka Sistem Disabilitas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun identitas korban tidak diungkapkan secara resmi oleh otoritas, media lokal secara luas melaporkan bahwa mereka adalah Maiwenna Goasdoue, seorang wanita kelahiran Prancis, suaminya Jarrod Clune, serta kedua putra mereka, Leon dan Otis. Akun media sosial Goasdoue sebelumnya menampilkan potret keluarga yang ceria, menikmati momen di pantai dan perayaan ulang tahun. Namun, di balik citra tersebut, kedua putra mereka diketahui mengidap autisme.

"Kami memahami bahwa kedua anak tersebut menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan. Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan bagi semua pihak yang terlibat," ujar Pelaksana Tugas Inspektur Detektif Jessica Securo kepada wartawan, menggarisbawahi kompleksitas kasus ini.

Laporan dari sahabat keluarga yang dikutip media lokal menyebutkan bahwa Goasdoue dan Clune diduga merasa kewalahan dan ditinggalkan, lantaran tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari Skema Asuransi Disabilitas Nasional (NDIS) Australia. Isu ini sontak memicu kritik terhadap efektivitas dan jangkauan layanan NDIS.

Menteri Disabilitas Australia, Mark Butler, menggambarkan insiden ini sebagai "tragedi yang mengerikan" namun menolak berkomentar lebih lanjut mengenai dugaan kegagalan sistem.

Sementara itu, Komisioner Diskriminasi Disabilitas Australia, Rosemary Kayess, menyuarakan keprihatinan mendalam atas pemberitaan media yang cenderung mengaitkan tindakan ekstrem ini dengan kurangnya dukungan. "Pembunuhan bukanlah pilihan," tegas Kayess. "Kita harus menolak gagasan bahwa disabilitas adalah beban. Setiap anak berhak atas kehidupan, keselamatan, dan dukungan, dan keluarga-keluarga harus memiliki akses terhadap bantuan jauh sebelum krisis terjadi." Pernyataan ini menegaskan perlunya perubahan perspektif dan peningkatan aksesibilitas layanan.

Tragedi di Perth ini bukan hanya sebuah kasus kriminal, melainkan cerminan dari tantangan sistemik yang dihadapi banyak keluarga dengan anggota disabilitas. Peristiwa ini mendesak pemerintah dan masyarakat untuk mengevaluasi kembali bagaimana dukungan diberikan, memastikan bahwa tidak ada lagi keluarga yang merasa terisolasi dan putus asa hingga mencapai titik kritis.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Punya Syarat Mengejutkan untuk AS

26-03-2026 - 12.15

Iran Siap Akhiri Perang Tapi Ini Syaratnya

26-03-2026 - 12.00

Trump Sebut Iran Takut Mati Jika Berunding

26-03-2026 - 10.15

Israel Terus Maju Hizbullah Tolak Menyerah

26-03-2026 - 10.00

Iran Buka Hormuz Siapa Saja Boleh Lewat Kecuali Ini

26-03-2026 - 07.15

Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok

26-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.