Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Petinggi Norwegia Terjerat Jaringan Epstein
Trending Indonesia

Petinggi Norwegia Terjerat Jaringan Epstein

GunawatiBy Gunawati06-02-2026 - 12.30Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Petinggi Norwegia Terjerat Jaringan Epstein
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oslo – Mantan Perdana Menteri Norwegia, Thorbjorn Jagland, kini berada di bawah sorotan tajam setelah Kepolisian Norwegia meluncurkan penyelidikan serius terkait dugaan "korupsi berat" yang melibatkan hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini diambil menyusul terkuaknya dokumen-dokumen baru yang mengaitkan Jagland dengan lingkaran Epstein.

Penyelidikan yang dipimpin oleh Okokrim, unit kejahatan ekonomi Kepolisian Norwegia, secara resmi dibuka pada Kamis (5/2). Fokus utama investigasi adalah apakah Jagland menerima hadiah, perjalanan, atau pinjaman yang tidak semestinya selama menjabat posisi penting. Direktur Okokrim, Pal K Lonseth, menyatakan ada "alasan yang masuk akal" untuk melakukan penyelidikan, mengingat Jagland pernah memegang jabatan Ketua Komite Nobel dan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa selama periode yang tercakup dalam dokumen yang dirilis.

Petinggi Norwegia Terjerat Jaringan Epstein
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kementerian Luar Negeri Norwegia, seperti diberitakan AFP pada Jumat (6/2), bahkan akan meminta pencabutan kekebalan yang dimiliki Jagland sebagai mantan kepala organisasi internasional untuk memfasilitasi proses hukum ini.

Jagland bukan sosok sembarangan di kancah politik Norwegia dan internasional. Ia pernah memimpin Norwegia sebagai Perdana Menteri dari tahun 1996 hingga 1997. Karirnya berlanjut di kancah global sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa dari tahun 2009 hingga 2019. Lebih dari itu, antara Januari 2009 hingga Maret 2015, Jagland juga memimpin komite bergengsi yang memilih para pemenang Nobel Perdamaian.

Kasus ini mencuat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pekan lalu merilis sejumlah besar dokumen baru, mencapai hampir tiga juta halaman, terkait penyelidikan kasus Epstein. Epstein sendiri ditemukan tewas di dalam sel tahanan di New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun spekulasi dan teori konspirasi terus bermunculan. Skandal ini telah menyeret banyak nama besar dari kalangan elite politik, selebriti, dan anggota kerajaan ke dalam pusaran kekacauan.

Penyelidikan oleh otoritas Norwegia tampaknya didasari atas bukti-bukti yang terungkap dari dokumen-dokumen AS tersebut. Laporan surat kabar Norwegia, VG, menyebutkan bahwa Jagland memiliki koneksi ekstensif dengan Epstein. Salah satu dugaan yang mencuat adalah Jagland pernah meminta bantuan finansial kepada Epstein untuk membeli sebuah apartemen. Namun, Jagland, yang kini berusia 75 tahun, membantah klaim tersebut dalam pernyataannya kepada VG, menegaskan bahwa semua pinjaman propertinya diperoleh dari bank Norwegia, DNB.

Dokumen-dokumen yang dirilis AS juga mengungkapkan bahwa Jagland pernah menginap bersama Epstein di New York pada tahun 2018, serta di apartemen milik Epstein di Paris pada tahun 2015 dan tahun 2018. Rencana perjalanan keluarga ke pulau pribadi Epstein pada tahun 2014 juga sempat direncanakan, meskipun akhirnya dibatalkan. Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa korespondensi email antara Jagland dan Epstein, tercatat dikirimkan tahun 2012 dan 2013, diketahui membahas tentang "wanita muda."

Pengacara Jagland, Anders Brosveet, menyatakan kliennya tenang menghadapi penyelidikan ini. "Ini baik bagi Jagland untuk menerima klarifikasi resmi dari Okokrim, daripada membiarkan seluruh awak media melakukan penyelidikan pribadi mereka sendiri," ujar Brosveet kepada AFP. Jagland sendiri sebelumnya mengakui kepada surat kabar Aftenposten pada Minggu (1/2) bahwa ia memiliki "penilaian yang buruk" karena tetap menjalin hubungan dengan Epstein.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Punya Syarat Mengejutkan untuk AS

26-03-2026 - 12.15

Iran Siap Akhiri Perang Tapi Ini Syaratnya

26-03-2026 - 12.00

Trump Sebut Iran Takut Mati Jika Berunding

26-03-2026 - 10.15

Israel Terus Maju Hizbullah Tolak Menyerah

26-03-2026 - 10.00

Iran Buka Hormuz Siapa Saja Boleh Lewat Kecuali Ini

26-03-2026 - 07.15

Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok

26-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.