Internationalmedia.co.id – News – Badan Antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, mengumumkan penundaan peluncuran misi penerbangan berawak ke Bulan. Keputusan ini diambil menyusul insiden kebocoran yang terjadi selama uji coba akhir yang krusial, memicu pertanyaan tentang kesiapan misi bersejarah ini.
Misi yang diberi nama Artemis 2 ini sangat dinantikan, dirancang untuk mengirimkan empat astronaut melakukan perjalanan melintasi orbit satelit Bumi. Penerbangan yang diperkirakan berlangsung sekitar 10 hari ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan fondasi penting bagi fase Artemis berikutnya, yang bertujuan untuk pendaratan manusia di permukaan Bulan. Ambisi ini sejalan dengan keinginan mantan Presiden AS Donald Trump yang pernah menekankan pentingnya mengembalikan astronaut ke Bulan demi menegaskan kepemimpinan Amerika di sektor antariksa.

Penundaan ini menandai terulangnya kembali tantangan dalam persiapan misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari lima dekade terakhir. Kebocoran tersebut terdeteksi saat "wet dress rehearsal" atau gladi bersih, sebuah simulasi penting yang melibatkan pengisian roket Space Launch System dengan propelan hidrogen cair dan oksigen cair. Roket raksasa ini, bersama pesawat ruang angkasa Orion, terlihat di Kennedy Space Center, Florida, AS.
Harapan untuk meluncurkan misi secepatnya pada Minggu (1/2) pun pupus. Kini, jendela peluncuran berikutnya yang paling memungkinkan adalah pada 6 Maret mendatang, memberikan waktu tambahan bagi tim teknis untuk mengatasi masalah yang muncul.
Menurut pernyataan dari pejabat NASA, kebocoran hidrogen yang awalnya dapat diatasi, justru semakin memburuk saat simulasi hitung mundur mencapai T-5 menit. Situasi ini memaksa penghentian total operasi. "Kami hanya akan meluncurkan ketika kami meyakini kami siap untuk melakukan misi bersejarah ini," tegas salah satu pejabat misi, menggarisbawahi komitmen NASA terhadap keselamatan dan keberhasilan misi.
Pihak berwenang NASA menjelaskan bahwa hidrogen, dengan sifatnya yang sangat energik dan molekulnya yang kecil, memang sulit untuk dikendalikan dan seringkali menjadi tantangan dalam operasi antariksa. Saat ini, tim sedang menganalisis data yang terkumpul dan merencanakan perbaikan yang diperlukan. Para manajer misi optimis bahwa perbaikan dapat dilakukan langsung di landasan peluncuran di Florida, sebelum menjadwalkan gladi bersih berikutnya untuk memastikan semua sistem berfungsi optimal.

