Internationalmedia.co.id – News – Kyiv diguncang rentetan serangan udara masif dari militer Rusia dalam semalam, dengan lebih dari 100 drone dan satu rudal balistik menghantam wilayah Ukraina. Eskalasi ini terjadi hanya sehari setelah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan mengklaim bahwa Presiden Vladimir Putin telah menyetujui jeda serangan selama sepekan.
Klaim mengejutkan Trump, yang disampaikan pada Kamis (29/1) waktu setempat, menyebutkan bahwa ia secara pribadi telah meminta Putin untuk menghentikan serangan selama seminggu penuh, khususnya di Kyiv dan kota-kota sekitarnya, dengan alasan cuaca dingin ekstrem. Trump bahkan menyatakan keyakinannya bahwa Putin akan menghormati kesepakatan tersebut. Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia terkait klaim tersebut.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menanggapi klaim Trump dengan nada skeptis. Ia menyatakan bahwa jeda serangan yang dimaksud mungkin hanya berlaku untuk target sektor energi Kyiv. Zelenskyy juga menekankan bahwa pihaknya sangat mengandalkan Amerika Serikat untuk memastikan kepatuhan Rusia terhadap kesepakatan apa pun yang mungkin ada.
Angkatan Udara Ukraina, melalui pernyataan resminya seperti dilansir Internationalmedia.co.id – News, mengonfirmasi rentetan serangan terbaru ini. Dikatakan bahwa pada dini hari Jumat (30/1), musuh meluncurkan satu rudal balistik Iskander-M dari wilayah Voronezh, serta 111 drone tempur yang menyasar berbagai lokasi di Ukraina. Serangan ini berlangsung dari Kamis (29/1) malam hingga Jumat dini hari waktu setempat.
Rentetan serangan udara Rusia yang menargetkan infrastruktur penting, khususnya sektor energi Ukraina, telah menimbulkan dampak serius. Jutaan warga kini harus menghadapi pemadaman listrik dan pemanas di tengah suhu musim dingin yang membekukan, memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut.
Fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang dengan klaim Trump. Pada Kamis (29/1) malam, tak lama setelah pernyataan Trump, Gubernur wilayah Zaporizhzhia di Ukraina selatan melaporkan adanya serangan Rusia terhadap sebuah gedung permukiman di wilayahnya, yang mengakibatkan satu orang terluka. Insiden ini secara langsung membantah narasi jeda serangan yang diumumkan oleh mantan Presiden AS tersebut, meninggalkan pertanyaan besar mengenai validitas klaim gencatan senjata dan prospek perdamaian di kawasan tersebut.

