Internationalmedia.co.id – News, Riyadh tengah diguncang oleh gelombang penangkapan massal terhadap pejabat pemerintah. Setidaknya 116 individu dari berbagai kementerian dan lembaga publik telah diamankan dalam sebuah operasi antikorupsi berskala besar. Ratusan pejabat lainnya di seluruh wilayah kerajaan juga sedang dalam penyelidikan intensif atas dugaan suap dan penyalahgunaan wewenang. Langkah tegas ini merupakan hasil dari serangkaian investigasi mendalam yang dilakukan oleh Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Saudi, yang dikenal dengan nama "Nazaha".
Dalam laporan terbarunya, Nazaha mengungkapkan bahwa operasi nasional yang digelar sepanjang Desember tahun lalu telah menginterogasi sebanyak 466 orang. Fokus utama penyelidikan ini adalah praktik suap dan penyalahgunaan jabatan yang merajalela. Selama periode tersebut, Nazaha juga mencatat telah melakukan 1.440 kunjungan inspeksi. Kunjungan-kunjungan ini, yang merupakan bagian dari upaya regulasi dan investigasi kriminal berkelanjutan, berujung pada pemeriksaan intensif terhadap ratusan pegawai pemerintahan.

Para individu yang diperiksa oleh Nazaha berasal dari berbagai sektor vital pemerintahan. Di antaranya termasuk pegawai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Urusan Perkotaan dan Perumahan, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kesehatan. Penyelidikan ini secara spesifik menyoroti dugaan praktik penyuapan serta penyalahgunaan kekuasaan. Saat ini, prosedur hukum tengah dirampungkan sebagai persiapan untuk membawa para pihak yang terlibat ke meja hijau.
Otoritas Saudi telah mengonfirmasi penahanan 116 tersangka sehubungan dengan kasus-kasus korupsi ini. Meskipun demikian, beberapa di antaranya telah diberikan pembebasan bersyarat dengan jaminan, sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku di kerajaan.
Nazaha menegaskan bahwa operasi antikorupsi terbaru ini merupakan cerminan dari komitmen berkelanjutan pemerintah untuk menjaga dan melindungi dana publik. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan memberantas segala bentuk korupsi di seluruh lini sektor publik.
Dalam upaya memperkuat barisan antikorupsi, otoritas Saudi juga mengimbau masyarakat luas untuk berperan aktif. Warga dianjurkan untuk melaporkan setiap indikasi korupsi, baik yang bersifat finansial maupun administratif, melalui saluran resmi yang telah disediakan, seperti nomor bebas pulsa 980 atau melalui portal daring resmi mereka. Kerja sama dari publik ditegaskan sebagai pilar fundamental dalam memperkuat transparansi dan mendukung visi nasional untuk memerangi korupsi serta mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik.
