Malam pergantian tahun 2026 di Crans Montana, Swiss, berubah menjadi tragedi mengerikan. Sebuah bar mewah di resor ski itu dilalap api, menewaskan puluhan orang. Para saksi mata menceritakan detik-detik mencekam saat mereka berjuang menyelamatkan diri dari kobaran api yang tak terduga. Internationalmedia.co.id – News melaporkan kisah pilu dari para penyintas yang berhasil lolos dari maut.
Axel dan Nathan, dua pengunjung bar Le Constellation, merasakan kepanikan luar biasa ketika api mulai berkobar. Asap hitam pekat langsung memenuhi ruangan, membuat mereka kesulitan bernapas. Awalnya, kerumunan besar orang yang berebut keluar menghalangi setiap jalan. Dalam situasi putus asa, mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik meja yang diletakkan miring, berharap terhindar dari jilatan api. Satu-satunya harapan adalah jendela. Setelah berjuang keras, mereka berhasil memecahkan kaca dan melarikan diri dari neraka yang melanda.

Dari luar bar, seorang saksi mata mengamati kepulan asap tebal dan orang-orang yang panik mengetuk-ngetuk jendela Le Constellation, putus asa mencari jalan keluar. Ia menggambarkan "pergerakan kerumunan yang sangat besar" dan betapa "sulitnya menyaksikan" pemandangan mengerikan itu, di mana semua orang berebut untuk menyelamatkan diri.
Laetitia Place, seorang penyintas lainnya, menggambarkan peristiwa kebakaran itu sebagai "mengerikan." Saat ia dan temannya menuju kamar mandi di lantai bawah, mereka dikejutkan oleh kobaran api yang tiba-tiba muncul. Dalam kepanikan, mereka mencoba kembali ke lantai atas. "Saya meraih lengan teman saya, tetapi kemudian saya menaiki tangga dan melepaskannya," kenang Laetitia dengan nada pilu. "Sekarang dia tidak menjawab saya lagi."
Laetitia melanjutkan ceritanya tentang evakuasi yang kacau balau dan penuh kepanikan. "Ada pintu kecil tempat semua orang mendorong, dan kami semua jatuh, kami bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami," ungkapnya, suaranya bergetar. Ia mengaku masih sangat cemas – bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk teman-temannya yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Saya sangat takut – takut untuk diri saya sendiri, takut untuk teman-teman saya, takut untuk semua orang di dalam," pungkasnya.
Tragedi malam tahun baru di Crans Montana ini menjadi pengingat pahit akan kerapuhan hidup dan bahaya tak terduga yang bisa menyergap di tengah perayaan.