Internationalmedia.co.id – News – Layanan kereta api menuju dan dari situs bersejarah Machu Picchu, Peru, kembali beroperasi secara bertahap, memungkinkan evakuasi ratusan wisatawan yang sempat terdampar. Ini terjadi sehari setelah insiden tabrakan dua kereta api yang mengguncang jalur vital tersebut, menewaskan satu orang dan melukai 40 lainnya.
Menurut laporan AFP yang diterima internationalmedia.co.id, sekitar 700 pengunjung domestik dari Peru dan 1.300 warga negara asing dari berbagai penjuru dunia telah ‘terjebak’ di kota Aguas Calientes. Mereka terpaksa menunda perjalanan sejak kecelakaan terjadi pada Selasa siang, yang secara total menghentikan seluruh layanan kereta api.

Operator kereta api PeruRail mengonfirmasi bahwa layanan mulai pulih secara perlahan pada Rabu, baik untuk perjalanan menuju maupun dari situs arkeologi tersebut. Machu Picchu, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan terletak tinggi di pegunungan Andes, rata-rata menarik sekitar 4.500 pengunjung setiap harinya. Mayoritas dari mereka mengandalkan kereta api dan bus untuk mencapai keajaiban kuno ini.
Insiden nahas itu sendiri terjadi pada Selasa (30/12), ketika sebuah kereta yang dioperasikan oleh PeruRail bertabrakan langsung dengan kereta lain milik Inca Rail. Kecelakaan terjadi di jalur tunggal yang menjadi penghubung vital antara kota Ollantaytambo dan Machu Picchu. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa konduktor salah satu kereta tewas di tempat, sementara 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Pejabat pemerintah, Ernesto Alvarez, menyampaikan kepada radio RPP bahwa dua dari korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga Rabu. Dugaan awal mengarah pada kesalahan manusia sebagai pemicu utama kecelakaan. Polisi setempat telah bergerak cepat dengan menahan empat pekerja kereta api dan melakukan tes alkohol untuk mendalami insiden ini.
Alvarez menambahkan, "Tampaknya salah satu masinis, karena suatu alasan, entah tidak melihat atau tidak mengindahkan (sinyal), atau mengira tidak akan ada konsekuensi dan mengabaikannya," mengindikasikan adanya kelalaian fatal dalam pengoperasian.
