Internationalmedia.co.id melaporkan gelombang panas ekstrem melanda Yunani sejak Senin lalu dan diperkirakan berlangsung lebih dari seminggu. Suhu udara yang menyengat mencapai angka fantastis, mendekati 46 derajat Celcius pada Jumat (25/7/2025) waktu setempat. Observatorium Nasional Athena mencatat suhu tertinggi 45,8 derajat Celcius di wilayah Peloponnesos, Messinia. Di Athena sendiri, suhu mencapai 42 derajat Celcius, angka serupa juga tercatat di pelabuhan utama Piraeus.
Akibatnya, jam operasional situs arkeologi ikonik, Akropolis, kembali diubah untuk melindungi pengunjung dan staf dari sengatan panas. Monumen tersebut ditutup dari siang hingga pukul 17.00, selama periode terpanas dalam sehari. Badan Meteorologi Yunani (EMY) awalnya memprediksi suhu akan turun pada akhir pekan, namun revisi terbaru menyatakan penurunan suhu baru akan terjadi setelah Senin, 28 Juli. Angin utara yang diperkirakan meningkat Jumat malam meningkatkan kekhawatiran akan potensi kebakaran hutan yang lebih besar.

Bencana kebakaran hutan sebelumnya telah menghanguskan lebih dari 2.800 hektar hutan dan padang rumput dekat Feneos, Peloponnesos. Penyebabnya diduga karena kelalaian dua pekerja yang menggunakan alat las di dekat hutan. Observatorium Nasional menyebutkan lebih dari separuh area yang terdampak adalah hutan pinus yang sulit beregenerasi. Situasi semakin gawat dengan kebakaran baru di dekat Kilkis, Yunani utara, yang memaksa evakuasi universitas, rumah, dan bisnis. Suhu ekstrem diperkirakan berlanjut, dengan prediksi mencapai 44 derajat Celcius di Yunani pada Sabtu dan 42 derajat Celcius di Athena. Negara tetangga, Albania, juga dilanda 10 kebakaran aktif, menambah keprihatinan atas dampak gelombang panas ini.

