Internationalmedia.co.id – Serangan Rusia kembali menghantam infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan empat orang tewas dan memicu pemadaman listrik massal di berbagai wilayah. Intensifikasi serangan terhadap sektor energi ini semakin memperburuk kondisi kehidupan warga Ukraina, terutama menjelang musim dingin.
Dilansir dari berbagai sumber, Moskow dalam beberapa bulan terakhir gencar menargetkan fasilitas energi Ukraina. Serangan terbaru ini merusak fasilitas gas alam yang vital, mengancam pasokan bahan bakar untuk pemanas di tengah cuaca yang semakin dingin.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengecam serangan tersebut sebagai upaya untuk melumpuhkan kehidupan sehari-hari masyarakat. "Serangan Rusia sekali lagi menyasar kehidupan masyarakat. Serangan tersebut memutus pasokan listrik, air, dan pemanas bagi masyarakat, menghancurkan infrastruktur penting, dan merusak jaringan kereta api," ujarnya.
Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan gelombang serangan besar-besaran dengan 458 pesawat tanpa awak dan 45 rudal. Meskipun pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 406 drone dan sembilan rudal, dampak dari serangan yang lolos tetap menghancurkan.
Presiden Volodymyr Zelenskyy melaporkan korban jiwa di Dnipro dan Kharkiv. "Di Dnipro, sebuah pesawat tanpa awak Rusia menyerang langsung sebuah bangunan tempat tinggal; hingga saat ini, diketahui tiga orang tewas di kota itu. Sayangnya, ada juga korban jiwa di Kharkiv," ungkapnya.
Pemadaman listrik darurat diberlakukan di Kyiv dan Kharkiv, sementara pasokan air di Kharkiv juga terputus. Kondisi serupa juga terjadi di Kremenchuk, wilayah Poltava timur, di mana listrik, air, dan pemanas mengalami gangguan parsial.
Para ahli memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut terhadap infrastruktur energi ini meningkatkan risiko pemadaman pemanas yang meluas di Kyiv menjelang musim dingin, menambah penderitaan warga Ukraina yang sudah terdampak perang.

