Internationalmedia.co.id – News – Abu Dhabi kembali menjadi sorotan dunia setelah sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) berhasil menggagalkan serangkaian serangan udara masif. Pada hari Jumat, 6 Maret 2026, militer UEA melaporkan telah mencegat sembilan rudal balistik dan 109 drone yang diluncurkan dari Iran. Tiga drone lainnya dilaporkan jatuh di wilayah Emirat, namun tanpa menimbulkan kerusakan signifikan.
Mengutip laporan dari BBC dan Al Jazeera, Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa kesembilan rudal yang terdeteksi pada hari tersebut berhasil dihancurkan sepenuhnya. Insiden ini menambah panjang daftar keberhasilan pertahanan udara UEA, dengan total 190 rudal balistik Iran yang telah berhasil dicegat sejak konflik regional memanas. Selain rudal balistik, delapan rudal jelajah yang juga berasal dari Iran turut berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan canggih UEA.

Dalam gelombang serangan yang sama, militer UEA mendeteksi total 112 unit drone. Dari jumlah masif tersebut, 109 di antaranya berhasil diintersepsi dan dinetralkan sebelum mencapai target. Hanya tiga unit drone yang dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan jatuh di wilayah domestik UEA.
Eskalasi konflik ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Data menunjukkan bahwa serangan-serangan sebelumnya terhadap UEA telah menelan korban jiwa tiga orang dan menyebabkan 112 lainnya mengalami luka-luka, menandakan dampak serius dari gejolak regional ini.
Menanggapi situasi yang kian memanas, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan komitmen penuh angkatan bersenjatanya untuk menjaga keamanan nasional. Mereka menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi setiap bentuk ancaman, serta bertekad melindungi kedaulatan, stabilitas, dan kepentingan vital negara dari segala upaya perusakan.

