Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan keluhannya mengenai hubungan historis antara negaranya dan Inggris, yang disebutnya "tidak seperti dulu lagi." Kekecewaan ini diungkapkan Trump dalam sebuah wawancara eksklusif dengan surat kabar Inggris The Sun, di tengah ketegangan transatlantik yang signifikan terkait serangan AS-Israel terhadap Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa komentar ini menyoroti pergeseran dinamika diplomatik antara dua sekutu tradisional tersebut.
"Ini adalah hubungan yang paling kokoh dari semuanya," ujar Trump, membandingkan masa lalu. "Dan sekarang kami memiliki hubungan yang sangat kuat dengan negara-negara lain di Eropa," tambahnya, merujuk pada Prancis dan Jerman, seperti dilansir kantor berita AFP pada Selasa (3/3/2026). Pernyataan ini mengindikasikan adanya pergeseran prioritas atau setidaknya persepsi Trump terhadap kekuatan aliansi AS di Eropa.

Pemicu utama keluhan Trump tampaknya adalah penolakan awal Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris dalam konflik dengan Iran. Trump menilai tindakan Starmer "tidak membantu." "Saya tidak pernah berpikir akan melihat itu. Saya tidak pernah berpikir akan melihat itu dari Inggris. Kami mencintai Inggris," ungkap Trump dengan nada kecewa.
Mantan Presiden AS itu melanjutkan dengan menggambarkan situasi saat ini sebagai "dunia yang berbeda, sebenarnya. Ini adalah jenis hubungan yang jauh berbeda dari yang pernah kami miliki dengan negara Anda sebelumnya." Ia menambahkan, "Sangat menyedihkan melihat bahwa hubungan itu jelas tidak seperti dulu."
Komentar ini muncul sehari setelah Trump juga menyebut reaksi Starmer sebagai "sangat mengecewakan" dalam wawancara terpisah dengan The Daily Telegraph. Meskipun Starmer kemudian mengizinkan penggunaan pangkalan Inggris untuk alasan tertentu, Trump menganggapnya "berguna" namun menegaskan bahwa keputusan itu "membutuhkan waktu terlalu lama."
Sementara itu, Perdana Menteri Keir Starmer membela keputusannya di hadapan parlemen Inggris pada Senin (2/3) waktu setempat. "Presiden Trump telah menyatakan ketidaksetujuannya dengan keputusan kami untuk tidak terlibat dalam serangan awal, tetapi adalah tugas saya untuk menilai apa yang sesuai dengan kepentingan nasional Inggris," tegas Starmer kepada para anggota parlemen. "Itulah yang telah saya lakukan dan saya tetap teguh pada pendirian saya," tambahnya, menunjukkan sikap yang tidak goyah.
Setelah awalnya menolak untuk terlibat langsung dalam serangan tersebut, Starmer pada Minggu sebelumnya mengumumkan persetujuannya atas permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris. Keputusan ini diambil untuk "tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas." Kantor Downing Street menjelaskan bahwa Starmer mengambil langkah ini setelah Iran menembakkan rudal pada akhir pekan lalu, yang dinilai membahayakan kepentingan dan warga Inggris.
Insiden ini menyoroti kompleksitas aliansi tradisional di tengah dinamika geopolitik yang berubah, di mana kepentingan nasional terkadang dapat menguji fondasi hubungan historis.

