Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Panggung politik global kembali dihebohkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan dua isu besar yang menjadi sorotan utama. Di satu sisi, ia mengklaim perundingan dengan Iran berjalan "sangat baik" dan akan berlanjut. Di sisi lain, Trump menuai kecaman keras setelah memposting video rasis yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai monyet.
Perundingan Krusial AS-Iran Berlanjut

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dialog dengan Iran di Oman telah menunjukkan kemajuan signifikan dan akan dilanjutkan "awal pekan depan". Perundingan yang berlangsung di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2) waktu setempat ini, terjadi di tengah memanasnya hubungan kedua negara. Ketegangan meningkat pasca penindakan brutal Teheran terhadap demonstran anti-pemerintah beberapa waktu lalu, serta serangan Washington terhadap situs-situs nuklir Iran pada Juni tahun lalu, ketika Iran terlibat konflik 12 hari dengan Israel.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi, menyebut pertemuan itu sebagai "awal yang baik" dengan "atmosfer positif". Namun, Teheran memberikan peringatan keras, mengharapkan Washington menahan diri dari "ancaman dan tekanan" agar pembicaraan dapat berjalan lancar dan berkesinambungan.
Skandal Video Rasis Trump Mengguncang Publik
Di tengah upaya diplomatik tersebut, Trump justru tersandung kontroversi domestik yang tak kalah heboh. Ia sempat mengunggah video di media sosial Truth Social yang secara rasis menyamakan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, dengan monyet. Unggahan tersebut, yang bertahan hampir 12 jam, segera memicu gelombang kemarahan dan kecaman luas, bahkan dari sekutu dekatnya sendiri.
Meskipun postingan itu akhirnya dihapus, Gedung Putih awalnya menuding kritik publik sebagai "kemarahan palsu" sebelum kemudian mengklaim bahwa unggahan tersebut adalah kesalahan seorang anggota staf. Namun, Trump sendiri menolak untuk meminta maaf, bersikeras bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun. Partai Demokrat mengecam tindakan Trump sebagai "keji", mengingat keluarga Obama adalah Presiden dan Ibu Negara kulit hitam pertama dalam sejarah AS. Sementara itu, seorang Senator senior dari Partai Republik terang-terangan menyebut video itu "jelas-jelas rasis".
Tragedi Bom Bunuh Diri ISIS di Pakistan
Sementara itu, kabar duka datang dari Islamabad, Pakistan. Kelompok radikal Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di area Tarlai, pinggiran kota Islamabad, pada Jumat (6/2). Serangan yang terjadi saat salat Jumat di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra itu menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya. Para pejabat kota Islamabad mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut, dengan perkiraan bahwa angka ini masih bisa bertambah mengingat banyaknya korban luka yang masih menjalani perawatan medis.

