Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok
Trending Indonesia

Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok

GunawatiBy Gunawati26-03-2026 - 07.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah mengajukan proposal gencatan senjata komprehensif berisi 15 poin kepada Iran, sebuah langkah ambisius untuk mengakhiri konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, tawaran ini disampaikan Washington kepada Teheran melalui Pakistan, yang berperan sebagai perantara dalam upaya diplomatik ini.

Informasi mengenai inisiatif perdamaian ini pertama kali diungkapkan oleh media terkemuka AS, New York Times, yang mengutip dua pejabat Amerika yang memahami garis besar proposal tersebut. Laporan yang juga dikonfirmasi oleh Reuters dan Associated Press ini menyebutkan bahwa Pakistan tidak hanya menjadi perantara, tetapi juga telah menawarkan diri sebagai tuan rumah bagi negosiasi ulang antara kedua negara.

Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun rincian lengkap dari 15 poin tersebut belum diungkapkan secara detail kepada publik, beberapa poin utama telah bocor. Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan sebagai fase awal, di mana kedua belah pihak akan merundingkan perjanjian tersebut. Channel 12 melaporkan, di antara poin-poin krusial tersebut adalah pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, respons dari sekutu dekat AS, Israel, masih menjadi tanda tanya. The New York Times melaporkan bahwa belum jelas apakah Israel mendukung proposal ini, dan Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi. Associated Press bahkan menyebutkan bahwa sejumlah pejabat Israel, yang selama ini menganjurkan Trump untuk melanjutkan konfrontasi dengan Iran, merasa terkejut dengan langkah AS menawarkan gencatan senjata. Gedung Putih sendiri belum memberikan komentar resmi terkait laporan-laporan media ini, meskipun Presiden Trump baru-baru ini sempat membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung empat pekan terakhir, bahkan mengklaim AS mencapai kemajuan dan memenangkan konsesi penting dari Teheran.

Di sisi lain, respons dari Teheran justru jauh dari kata positif. Pemerintah Iran menanggapi tawaran gencatan senjata dari pemerintahan Trump dengan nada cemoohan, menegaskan penolakan keras terhadap upaya AS untuk mencapai kesepakatan.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, melalui pernyataan video yang ditayangkan televisi pemerintah Iran, dengan tegas menyatakan bahwa AS hanya akan "berunding dengan diri mereka sendiri". "Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari, menohok AS. Ia melanjutkan, "Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir." Zolfaghari bahkan melontarkan sindiran tajam: "Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?"

Pernyataan Zolfaghari ini dirilis tak lama setelah proposal AS disampaikan. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan sikap Iran yang tidak berubah: "Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah."

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Buka Hormuz Siapa Saja Boleh Lewat Kecuali Ini

26-03-2026 - 07.15

Beirut Utara Geger Ledakan Misterius

26-03-2026 - 03.45

Mencekam Rudal Iran Hantam Dekat Tel Aviv

26-03-2026 - 03.30

AS Terkejut Iran Tolak Negosiasi Ini Alasannya

26-03-2026 - 03.15

AS Desak Iran Menyerah Ancaman Serangan Dahsyat

26-03-2026 - 03.00

AS Tawarkan Gencatan Senjata Lalu Serang Iran

25-03-2026 - 23.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.