Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Sebuah pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih menghasilkan keputusan mengejutkan. Trump secara tegas menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus dilanjutkan, menolak desakan Netanyahu untuk mengambil sikap yang lebih keras terhadap Teheran. Pertemuan intens selama tiga jam ini berlangsung pada Rabu (11/2) waktu setempat.
Setelah diskusi mendalam, Trump menyampaikan melalui media sosialnya, "Tidak ada kesepakatan final yang tercapai, kecuali penegasan saya agar dialog dengan Iran berlanjut untuk menjajaki kemungkinan tercapainya kesepakatan." Ia menambahkan, jika kesepakatan itu memang dapat terwujud, hal tersebut akan menjadi prioritas utamanya. Namun, jika tidak memungkinkan, "kita hanya perlu melihat apa yang akan terjadi," ujarnya, seraya mengingatkan kembali serangan AS terhadap program nuklir Iran tahun lalu.

Kantor PM Netanyahu mengonfirmasi bahwa selama pembicaraan tersebut, Netanyahu secara khusus menyoroti aspek keamanan negara Israel yang sangat terkait dengan kelanjutan negosiasi mengenai Iran. Netanyahu berupaya meyakinkan Trump untuk bersikap lebih tegas terhadap Teheran, namun tampaknya Trump memiliki pandangan yang berbeda, memilih jalur diplomasi yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Trump sempat mengisyaratkan potensi tindakan militer AS terhadap Iran menyusul tindakan keras Teheran terhadap para demonstran. Namun, secara bersamaan, Washington dan Teheran telah memulai kembali pembicaraan diplomatik mereka pekan lalu, dengan pertemuan awal yang berlangsung di Oman.
Perundingan antara AS dan Iran sendiri sempat terhenti setelah AS melancarkan serangan terhadap situs-situs atom Iran selama konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juli tahun lalu.
PM Netanyahu tiba di Gedung Putih melalui jalan samping, diantar dengan SUV hitam berbendera Israel dan AS, menempuh jarak pendek dari Blair House, tempat para pejabat tinggi asing biasanya menginap. Pertemuan ini menjadi sorotan dunia, mengingat kompleksitas hubungan di Timur Tengah dan peran sentral Iran.

