Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tajam mengenai ambisi nuklir Iran, menegaskan bahwa Teheran akan sangat ‘bodoh’ jika menolak tawaran kesepakatan. Demikian dilansir Internationalmedia.co.id – News dari laporan CNN pada Rabu (11/2/2026).
Dalam wawancara dengan Larry Kudlow dari Fox Business, Trump menyinggung pengerahan ‘armada besar’ AS yang kini sedang bergerak menuju Iran. "Kita akan lihat apa yang terjadi," ujarnya. Ia juga mengingatkan kembali klaimnya bahwa AS telah "melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali," dan mengancam akan melakukan hal serupa atau bahkan lebih jika Iran tidak kooperatif.

Presiden ke-45 AS itu kembali menegaskan keyakinannya bahwa Iran sebenarnya berhasrat untuk mencapai kesepakatan, namun dengan satu syarat mutlak: kesepakatan tersebut harus ‘baik’. "Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," tegas Trump, merinci poin-poin krusial yang harus dipenuhi oleh Teheran.
Pernyataan Trump ini muncul setelah pekan lalu AS dilaporkan telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran, meskipun secara tidak langsung, melalui diskusi yang melibatkan delegasi kedua negara di Oman pada Jumat lalu. Di sisi lain, Trump juga dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih hari ini. Sumber dari Israel yang berbicara kepada CNN mengindikasikan bahwa Netanyahu berencana untuk membagikan informasi intelijen terbaru mengenai kapabilitas militer Iran kepada Presiden Trump.

