Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Dikecam Video Obama Mengapa Ia Tak Menyesal
Trending Indonesia

Trump Dikecam Video Obama Mengapa Ia Tak Menyesal

GunawatiBy Gunawati07-02-2026 - 16.15Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Dikecam Video Obama Mengapa Ia Tak Menyesal
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Washington DC – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan tajam setelah menolak keras untuk meminta maaf atas unggahan video rasis di media sosialnya. Video kontroversial tersebut secara eksplisit menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai monyet, memicu gelombang kecaman luas dari berbagai pihak. Trump bersikukuh bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun, meski video tersebut telah memicu kemarahan bipartisan yang intens.

Video yang diunggah Trump melalui platform Truth Social pada Kamis malam itu sempat tayang selama hampir 12 jam sebelum akhirnya dihapus oleh Gedung Putih. Pihak Gedung Putih beralasan bahwa seorang staf telah "secara keliru" mengunggah konten tersebut. Video itu sendiri juga mempromosikan teori konspirasi terkait kekalahan Trump dari Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020.

Trump Dikecam Video Obama Mengapa Ia Tak Menyesal
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, seperti dilansir CNN dan USA Today pada Sabtu (7/2), Trump menjelaskan bahwa ia hanya melihat bagian awal video berdurasi sekitar satu menit tersebut. Ia mengklaim tidak melihat segmen yang menampilkan keluarga Obama. "Saya melihat bagian awalnya. Baik-baik saja," ujar Trump, merujuk pada bagian pertama video yang menurutnya merupakan "unggahan yang sangat kuat terkait kecurangan pemilu."

Trump melanjutkan, "Tidak ada yang mengetahui bahwa ada hal itu di bagian akhir. Jika mereka menontonnya, mereka akan melihatnya, dan mungkin mereka akan cukup bijaksana untuk menghapusnya." Ia menyatakan bahwa setelah menonton bagian awal, ia meneruskan video tersebut kepada stafnya, yang menurutnya, seharusnya menontonnya sampai selesai. "Seseorang lalai dan melewatkan bagian yang sangat kecil," tambahnya, menduga mungkin tidak ada yang meninjau bagian akhir video.

Ketika didesak untuk menyampaikan permintaan maaf, terutama di tengah seruan dari internal Partai Republik sendiri, Trump dengan tegas menolak. "Tidak. Saya tidak membuat kesalahan," katanya. Ia memang mengutuk bagian rasis dalam video tersebut, namun tetap tidak akan meminta maaf atas tindakannya.

Menanggapi pertanyaan apakah insiden ini dapat merusak posisi Partai Republik di mata pemilih kulit hitam, Trump menjawab "tidak." Ia bahkan membela rekam jejaknya selama menjabat, mengklaim, "Ngomong-ngomong, saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama."

Kecaman terhadap unggahan video rasis ini tidak hanya datang dari Partai Demokrat, yang menyebut Trump "keji," tetapi juga dari sejumlah politisi Partai Republik. Senator Tim Scott, satu-satunya Senator kulit hitam dari Partai Republik dan sekutu dekat Trump, menyebut video itu sebagai "hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini." Senator John Curtis, Pete Ricketts, dan Roger Wicker, ketiganya dari Partai Republik, juga mengecam keras. Curtis menyebutnya "sangat rasis dan tidak dapat dimaafkan," Ricketts menganggapnya "rasis" bagi "orang waras," sementara Wicker menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima." Mereka semua menyerukan permintaan maaf dari Trump, meskipun video tersebut telah dihapus.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Misteri Ledakan Kapal Minyak Kuwait

05-03-2026 - 10.45

Iran Gempur Markas Rahasia di Irak Washington Dituding

05-03-2026 - 10.30

Korban Serangan di Iran Melonjak Drastis

05-03-2026 - 10.15

Doha Bergejolak Warga Dekat Kedubes AS Diungsikan

05-03-2026 - 10.00

Eropa Dalam Bidikan Iran

05-03-2026 - 07.45

Qatar Geger Pangkalan AS Diserang

05-03-2026 - 07.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.