Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas membantah laporan media yang menyebut jenderal militer tertinggi AS menentang potensi konflik dengan Iran. Trump menyebut informasi tersebut sebagai "100 persen tidak benar" dan merupakan bagian dari narasi berita palsu yang sengaja disebarkan.
Laporan yang beredar di sejumlah media AS dan Israel, termasuk yang dilansir Al Arabiya, mengklaim bahwa Jenderal Dan Caine, pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, telah mengeluarkan peringatan kepada pemerintahan Trump agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Peringatan ini disebut-sebut muncul di tengah ketegangan yang meningkat, menyusul ancaman Trump untuk mengambil tindakan militer jika perundingan nuklir yang kembali bergulir sejak awal Februari gagal mencapai kesepakatan.

Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menepis keras klaim tersebut. "Banyak cerita dari media berita palsu beredar, yang menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang-kadang dipanggil Razin, menentang perang kita dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan siapa pun yang memiliki pengetahuan luas ini, dan 100 persen tidak benar," tulis Trump dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa Jenderal Caine, seperti dirinya dan seluruh jajaran militer, tidak menginginkan perang. Namun, jika keputusan untuk menghadapi Iran secara militer telah diambil, Trump yakin Caine akan memimpin dengan keyakinan penuh akan kemenangan. "Jenderal Caine, sama seperti kita semuanya, tidak ingin melihat perang, tetapi jika keputusan telah dibuat untuk melawan Iran di level militer, menurut pendapatnya, itu akan menjadi sesuatu yang akan dimenangkan dengan mudah," tambahnya.
Trump bahkan mengungkapkan bahwa Jenderal Caine adalah sosok yang mengatur dan mengawasi serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu, saat Teheran terlibat konflik 12 hari dengan Israel. "Razin Caine merupakan seorang pejuang yang hebat, dan mewakili militer paling kuat di dunia. Dia tidak pernah berbicara tentang tidak akan melawan Iran, atau bahkan serangan terbatas palsu yang telah saya baca, dia hanya mengetahui satu hal, yaitu bagaimana untuk MENANG dan, jika diperintahkan, dia akan memimpin," jelas Trump.
Menyikapi pemberitaan media secara keseluruhan, Trump menuduh bahwa laporan-laporan mengenai potensi perang antara AS dan Iran "ditulis secara tidak benar, dan memang sengaja demikian." Ia menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangannya.
"Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara tersebut, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka," pungkas Trump, menggarisbawahi taruhan tinggi dalam negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.
Simak informasi terkini lainnya di Internationalmedia.co.id.
