Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan niatnya untuk melakukan kunjungan ke Venezuela. Pernyataan ini sontak memicu spekulasi luas, mengingat ketegangan diplomatik dan perubahan drastis dalam lanskap politik negara Amerika Latin tersebut. Kendati demikian, Trump belum memberikan detail spesifik mengenai kapan kunjungan itu akan terlaksana atau apa tujuan utamanya.
"Saya akan mengunjungi Venezuela," kata Trump singkat kepada awak media di Gedung Putih pada Jumat (13/2/2026), seperti dilansir AFP. Ia menambahkan bahwa keputusan mengenai tanggal pasti dan agenda kunjungan masih belum final.

Rencana kunjungan ini tentu saja menjadi sorotan tajam, mengingat situasi politik Venezuela yang sangat bergejolak. Sebelumnya, mantan Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap oleh otoritas AS, menyusul operasi militer Washington yang berujung fatal di awal tahun ini. Kini, tampuk kepemimpinan sementara di Venezuela dipegang oleh Delcy Rodriguez.
Pasca penangkapan Maduro, Trump sempat membuat pernyataan kontroversial melalui akun media sosial Truth Social pada Januari 2026. Dalam unggahannya, ia mengklaim dirinya sebagai ‘Presiden Sementara Venezuela’. Postingan tersebut menampilkan tangkapan layar profil Wikipedia Trump yang telah diedit secara digital, menunjukkan dirinya sebagai "Acting President of Venezuela" sejak Januari 2026.
Selain klaim tersebut, Trump juga menunjukkan sisi humornya dalam kancah politik. Ia sempat menanggapi ide agar Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjadi Presiden Kuba. "Kedengarannya bagus bagi saya," tulis Trump, mengomentari unggahan seorang pengguna media sosial yang mengusulkan Rubio untuk posisi tersebut.
(internationalmedia.co.id/internationalmedia.co.id)

