Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Trump Akui Paksa Israel Gempur Iran
Trending Indonesia

Trump Akui Paksa Israel Gempur Iran

GunawatiBy Gunawati04-03-2026 - 03.00Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Akui Paksa Israel Gempur Iran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pengakuan yang berpotensi mengguncang panggung geopolitik Timur Tengah. Ia secara terbuka menyatakan kemungkinan dirinya telah ‘memaksa’ Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan kontroversial ini disampaikan Trump di Gedung Putih, di tengah kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz, pada Rabu (4/3/2026), sebagaimana dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News.

Pengakuan tersebut muncul ketika Trump ditanya apakah justru Israel yang mendorong AS untuk menyerang Iran. Dengan tegas, ia membalikkan narasi tersebut, "Tidak, sebenarnya, saya mungkin telah memaksa mereka," ujar Trump.

Trump Akui Paksa Israel Gempur Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Trump menjelaskan bahwa keputusannya didasari oleh arah negosiasi yang dimediasi oleh Oman, yang meyakinkannya bahwa Iran akan melancarkan serangan terhadap AS. Keyakinan ini diungkapkannya meskipun laporan intelijen AS saat itu tidak menunjukkan adanya ancaman langsung dari Teheran.

Narasi ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Senin sebelumnya. Rubio mengungkapkan bahwa AS mengambil tindakan militer terhadap Iran karena adanya informasi bahwa Israel berencana membombardir negara tersebut. Pemerintahan Trump, menurut Rubio, percaya bahwa setelah itu Iran akan membalas dengan menyerang fasilitas AS di wilayah tersebut, sehingga AS bertindak pre-emptif.

Selain isu serangan, Trump juga menyoroti pandangannya mengenai kepemimpinan Iran pasca-konflik. Ia menyatakan preferensinya agar Iran dipimpin oleh ‘orang dalam’ setelah potensi perang AS-Israel, ketimbang Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran.

Meskipun mengakui Pahlavi sebagai "orang yang sangat baik", Trump berpendapat, "Menurut saya, seseorang dari dalam mungkin lebih baik."

Mantan penguasa Gedung Putih itu juga menyuarakan kekhawatirannya akan skenario terburuk, yaitu jika kepemimpinan baru yang muncul setelah serangan tidak jauh berbeda atau bahkan sama buruknya dengan kepemimpinan yang sedang diperangi AS saat ini. "Saya kira skenario terburuknya adalah, kita melakukan ini, dan kemudian seseorang mengambil alih yang sama buruknya dengan orang sebelumnya, bukan? Itu bisa terjadi. Kita tidak ingin itu terjadi," pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Ungkap Kekecewaan Hubungan AS Inggris

04-03-2026 - 07.45

Khamenei Dimakamkan di Kota Suci Upacara Besar Menanti

04-03-2026 - 07.30

Saat Iran Berperang Alam Pun Ikut Bergetar

04-03-2026 - 07.15

Jantung Teheran Diserang Israel Iran Klaim Ratusan Tentara AS Tewas

04-03-2026 - 07.00

Konflik Membara Lebanon Ribuan Orang Mengungsi

04-03-2026 - 03.45

Dunia Menahan Napas Hormuz

04-03-2026 - 03.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.