Sebuah ledakan dahsyat di tambang batu bara ilegal di India telah menelan korban jiwa yang terus bertambah, mencapai angka 23 orang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden tragis ini terjadi di distrik East Jaintia Hills pada Kamis lalu, menghancurkan struktur tambang yang dikenal sebagai ‘tambang lubang tikus’ dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Peningkatan jumlah korban ini dikonfirmasi setelah tim penyelamat berhasil menemukan empat jenazah tambahan pada hari Sabtu. "Hari ini kami menemukan empat jenazah lagi. Kami akan melanjutkan operasi penyelamatan lagi besok," ujar Manish Kumar, seorang pejabat senior distrik, seperti dikutip oleh Internationalmedia.co.id. Selain itu, seorang penambang yang sebelumnya terluka parah dan dirawat di rumah sakit, juga menghembuskan napas terakhirnya pada hari Jumat, menambah daftar panjang korban tewas menjadi 23 orang.

Tambang ‘lubang tikus’ sendiri merupakan metode penambangan yang sangat berbahaya dan tidak standar. Praktik ini melibatkan penggalian lubang vertikal yang dalam, seringkali di lereng bukit, yang kemudian bercabang menjadi terowongan-terowongan sempit. Para pekerja harus merangkak masuk untuk mengekstraksi batu bara dan mineral lainnya, menghadapi risiko tinggi runtuhnya terowongan, kekurangan oksigen, hingga ledakan gas.
Meskipun demikian, penambangan ‘lubang tikus’ telah dilarang oleh pengadilan lingkungan federal India sejak tahun 2014. Larangan ini diberlakukan menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat setempat mengenai pencemaran sumber air dan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa para penambang. Ironisnya, praktik ilegal ini tetap merajalela di seluruh negara bagian, khususnya di wilayah East Jaintia Hills, tempat insiden tragis ini terjadi.
Penyelidikan awal yang dilakukan pihak berwenang mengindikasikan bahwa ledakan tersebut kemungkinan besar dipicu oleh penggunaan dinamit. Kepala kepolisian distrik, Vikash Kumar, pada hari Kamis lalu menyatakan bahwa "ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh ledakan dinamit," menggarisbawahi bahaya laten dari operasional tambang ilegal semacam ini dan tantangan besar dalam menegakkan peraturan keselamatan kerja.

