Duka mendalam masih menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7. Angka korban meninggal dunia akibat bencana ini terus bertambah, kini mencapai 136 orang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan perkembangan terkini dari Flores.
Letjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengonfirmasi peningkatan jumlah korban tersebut kepada internationalmedia.co.id pada Kamis (10/9/2026). Menurutnya, data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan 48 korban meninggal dunia secara langsung akibat gempa, sementara 88 lainnya merupakan korban tidak langsung. Selain korban jiwa, gempa dahsyat ini juga mengakibatkan 1.762 orang mengalami luka-luka dan memaksa 60.572 warga harus mengungsi dari rumah mereka.

Dampak kerusakan infrastruktur juga sangat masif. BNPB mencatat, total 98.986 unit rumah warga mengalami kerusakan. Angka ini terbagi menjadi 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rumah rusak sedang, dan 50.392 rumah yang mengalami kerusakan ringan.
Tak hanya hunian pribadi, fasilitas publik pun tak luput dari amukan gempa. Data menunjukkan 712 fasilitas pendidikan, 620 tempat ibadah, dan 157 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Selain itu, 663 unit kantor, 175 titik jalan, serta 47 fasilitas irigasi juga tercatat rusak parah, mengganggu aktivitas dan layanan publik di berbagai wilayah terdampak. Situasi ini menyoroti urgensi penanganan bencana dan pemulihan pasca-gempa yang komprehensif, mengingat skala kerusakan yang luas dan jumlah korban yang terus bertambah.
