Internationalmedia.co.id – News – Sebuah serangan bom bunuh diri brutal mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat lalu, menewaskan sedikitnya 31 jemaah dan melukai lebih dari 160 lainnya. Kelompok teroris Islamic State (ISIS) dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas insiden mematikan yang terjadi saat salat Jumat berlangsung.
Otoritas Islamabad mengonfirmasi bahwa Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, yang berlokasi di wilayah Tarlai, pinggiran kota, menjadi sasaran utama. Ledakan tersebut merenggut nyawa 31 orang, sebuah angka yang dikhawatirkan masih dapat meningkat seiring dengan kondisi kritis beberapa korban. Sementara itu, lebih dari 169 individu kini menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang mereka derita.

Menurut laporan dari sumber keamanan lokal yang dikutip oleh AFP, insiden tragis ini terjadi tepat ketika masjid dipadati oleh jemaah yang sedang menunaikan salat Jumat. Sumber tersebut menjelaskan kronologi singkat: "Pelaku dihentikan di gerbang utama, namun ia berhasil meledakkan diri di lokasi tersebut."
Melalui SITE Intelligence Group, sebuah lembaga pemantau komunikasi kelompok jihadis, ISIS secara eksplisit menyatakan bahwa serangan itu adalah ulah salah satu militannya. Mereka mengklaim bahwa pelaku menargetkan jemaah, meledakkan rompi berisi bahan peledak, dan "menyebabkan banyak kematian serta korban luka yang signifikan."
Muhammad Kazim (52), salah seorang jemaah yang selamat, menggambarkan kengerian ledakan tersebut sebagai "sangat dahsyat" dan terjadi saat salat Jumat baru dimulai. Kazim juga menambahkan bahwa ia sempat mendengar suara tembakan sebelum ledakan mengguncang. "Saat kami berada dalam rukuk pertama salat, kami mendengar suara tembakan. Dan ketika kami masih dalam posisi itu, sebuah ledakan besar terjadi," kenangnya kepada AFP.
Kesaksian serupa disampaikan oleh jemaah lain, Imran Mahmood, kepada AFP. Ia mengungkapkan adanya baku tembak sengit antara pelaku bom bunuh diri, yang diduga memiliki kaki tangan, dengan personel keamanan sukarela masjid. "Pelaku bom bunuh diri berusaha maju, namun salah satu relawan kami yang terluka berhasil menembaknya dari belakang, mengenai bagian pahanya," jelas Mahmood. Setelah insiden penembakan itu, Mahmood menambahkan, pelaku kemudian "meledakkan bahan peledak" yang dibawanya.
Menanggapi tragedi ini, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bersumpah akan mengusut tuntas dan menyeret semua pihak yang bertanggung jawab atas ledakan mematikan ini ke meja hijau.
Serangan ini menandai insiden paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak September 2008. Kala itu, sebuah bom bunuh diri menggunakan truk menghancurkan sebagian gedung hotel bintang lima Marriott, menewaskan sedikitnya 60 orang.

