Berita mengejutkan datang dari Jenin. Internationalmedia.co.id melaporkan, Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi tewasnya dua remaja Palestina akibat tembakan tentara Israel di kamp pengungsi Jenin, Tepi Barat. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (8/9/2025). Korban, Islam Abdel Aziz Nouh Majarmeh dan Muhammad Sari Omas Masqala, sama-sama berusia 14 tahun.
Menurut laporan kantor berita resmi Palestina, Wafa, kedua remaja tersebut tewas setelah tentara Israel menembaki sekelompok warga sipil yang tengah memeriksa rumah mereka dan mengambil beberapa barang milik mereka. Namun, versi militer Israel berbeda. Mereka mengklaim telah menembak karena sekelompok "tersangka" mendekati pasukan mereka dan menimbulkan ancaman, menolak seruan untuk menjauh. Seorang remaja berusia 17 tahun lainnya dilaporkan terluka dan masih dirawat di rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Pemerintah Jenin, Wissam Bakr, kepada Wafa, membenarkan kematian Muhammad Sari Omar Masqala akibat luka tembak yang dideritanya. Kematian Islam Abdel Aziz Noah Majarmah juga dikonfirmasi menyusul insiden tersebut. Insiden ini terjadi setelah serangan di Yerusalem Timur yang menewaskan enam orang pada hari yang sama.
Serbuan militer Israel ke Tepi Barat juga mencatat pendirian pos pemeriksaan di beberapa kota, disertai tembakan peluru tajam dan granat kejut di Biddu, meskipun tidak ada korban luka yang dilaporkan. Di Abu Dis, beredar video di media sosial yang menunjukkan kekerasan petugas militer terhadap seorang pemuda. Penangkapan juga dilaporkan terjadi di Qatanna, dengan gas air mata yang menghambat akses ambulans ke lokasi penggerebekan. Kejadian ini menimbulkan kecaman dan menambah ketegangan di wilayah tersebut.
