Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Tragedi Berdarah Sweida: Lebih dari 350 Tewas!
Trending Indonesia

Tragedi Berdarah Sweida: Lebih dari 350 Tewas!

GunawatiBy Gunawati18-07-2025 - 09.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Tragedi Berdarah Sweida: Lebih dari 350 Tewas!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Provinsi Sweida, Suriah selatan, kembali bermandikan darah. Bentrokan berdarah yang terjadi sejak akhir pekan lalu telah menewaskan lebih dari 350 orang, menurut data terbaru dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Angka ini meningkat drastis dari laporan sebelumnya yang menyebutkan 300 korban jiwa.

SOHR, yang mengandalkan jaringan sumber di Suriah, merinci korban tewas meliputi 79 petempur Druze, 55 warga sipil (termasuk 27 yang diduga menjadi korban eksekusi singkat oleh aparat), 189 personel Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Suriah, serta 18 petempur Badui. Tragisnya, seorang pekerja media, Hassan al-Zaabi, juga termasuk di antara korban tewas, ditembak oleh kelompok yang disebut sebagai "geng-geng penjahat" saat menjalankan tugas jurnalistiknya. Serikat jurnalis Suriah telah mengeluarkan pernyataan mengecam kejadian ini.

Tragedi Berdarah Sweida: Lebih dari 350 Tewas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Konflik ini juga melibatkan intervensi Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim pasukannya berupaya menyelamatkan komunitas Druze dan menumpas kelompok yang disebutnya sebagai "geng-geng rezim". Namun, Kementerian Luar Negeri Suriah langsung menuding Israel melakukan "agresi berbahaya". Netanyahu sendiri berdalih tindakan tersebut untuk melindungi komunitas Druze di Suriah, mengingat adanya komunitas Druze yang juga tinggal di Israel dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Penyebab utama bentrokan ini masih simpang siur, namun berdasarkan laporan BBC, kelompok minoritas, termasuk Druze—yang menganut agama cabang Syiah—menaruh kecurigaan terhadap pemerintahan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, meskipun sang presiden telah berjanji untuk melindungi mereka. Ketegangan meningkat akibat kekerasan sektarian yang telah berlangsung selama delapan bulan terakhir. Salah satu insiden sebelumnya di Damaskus dan Sweida pada Mei lalu, telah menewaskan puluhan orang.

Bentrokan kali ini dipicu oleh penculikan seorang pedagang Druze pada Jumat pekan lalu. Insiden ini kemudian memicu bentrokan antara milisi Druze dan suku Badui, yang kemudian meluas ke wilayah lain di Provinsi Sweida. Pertempuran antara kedua kelompok ini telah mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa. Situasi di Sweida masih mencekam dan membutuhkan perhatian internasional.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Erdogan Peringatkan Bahaya Perang Meluas

11-03-2026 - 18.45

Gejolak Timur Tengah Pemimpin Iran Dikabarkan Luka

11-03-2026 - 18.30

Gedung Putih Ungkap Syarat Damai Iran

11-03-2026 - 18.15

Kedutaan Australia di Timur Tengah Ditutup Ada Apa

11-03-2026 - 18.00

Terkuak Serangan Iran Guncang Pangkalan AS di Kuwait

11-03-2026 - 16.45

Drone Jatuh di Dubai Empat Terluka

11-03-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.