Internationalmedia.co.id, Kairo – Harapan baru muncul di tengah konflik berkepanjangan di Gaza. Para negosiator dari Israel dan Hamas dilaporkan telah tiba di Kairo, Mesir, hari ini untuk memulai perundingan krusial yang bertujuan mengakhiri perang yang telah menghancurkan wilayah tersebut. Perundingan ini juga difokuskan pada pembebasan para sandera yang ditahan oleh Hamas.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan optimisme bahwa para sandera dapat dibebaskan dalam beberapa hari mendatang. Langkah diplomatik ini didorong oleh respons positif Hamas terhadap usulan peta jalan yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump, yang menawarkan pembebasan sandera dengan imbalan pembebasan ratusan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Menurut laporan media pemerintah Mesir, perundingan antara kedua belah pihak akan dilakukan secara tidak langsung pada hari Minggu dan Senin. Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Presiden Trump telah mengirim dua utusan khususnya ke Mesir, yaitu Jared Kushner dan Steve Witkoff, untuk memfasilitasi perundingan tersebut.
Presiden Trump sendiri telah mengeluarkan peringatan keras kepada Hamas, menyatakan bahwa ia "tidak akan mentolerir penundaan" dan mendesak kelompok tersebut untuk segera mencapai kesepakatan. Ia bahkan mengancam bahwa "semua taruhan akan batal" jika Hamas tidak bergerak cepat.
Netanyahu menegaskan bahwa Israel telah menyetujui garis penarikan awal di Gaza, yang telah dibagikan kepada Hamas. Ia menyatakan keyakinannya bahwa gencatan senjata akan segera berlaku, diikuti dengan pertukaran sandera dan tahanan, serta pembentukan kondisi untuk fase penarikan berikutnya.
Hamas sebelumnya telah mengumumkan persetujuannya untuk pembebasan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sesuai dengan formula pertukaran yang termasuk dalam proposal Presiden Trump. Trump memuji pernyataan tersebut sebagai bukti bahwa Hamas "siap untuk PERDAMAIAN abadi" dan menyerukan Israel untuk menghentikan pengeboman.
Perkembangan ini memberikan secercah harapan bagi perdamaian di Gaza, meskipun tantangan yang ada masih sangat besar. Dunia menantikan hasil dari perundingan di Kairo dengan harapan dapat mengakhiri konflik dan membawa kelegaan bagi warga sipil yang telah menderita akibat perang.
