Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Timur Tengah Mencekam Lagi Serangan Iran Menggila
Trending Indonesia

Timur Tengah Mencekam Lagi Serangan Iran Menggila

GunawatiBy Gunawati08-03-2026 - 21.45Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Timur Tengah Mencekam Lagi Serangan Iran Menggila
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah sejumlah negara Teluk melaporkan gelombang serangan rudal dan drone terbaru pada Minggu. Iran disebut-sebut sebagai dalang di balik serangan yang menargetkan berbagai lokasi strategis, mulai dari bandara di Kuwait hingga kawasan diplomatik di Arab Saudi dan Qatar. Insiden ini terjadi saat konflik regional memasuki minggu kedua, memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan yang sudah bergejolak.

Dilansir dari laporan AFP dan Aljazeera, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, mengklaim berhasil menggagalkan sebagian besar serangan tersebut. Namun, Iran bersumpah untuk terus melancarkan serangannya terhadap negara-negara tetangga. Pernyataan ini cukup kontradiktif, mengingat sebelumnya presiden Iran telah meminta maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan terdahulu, dengan janji bahwa mereka tidak akan lagi menjadi sasaran kecuali jika serangan diluncurkan dari wilayah mereka terlebih dahulu.

Timur Tengah Mencekam Lagi Serangan Iran Menggila
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Serangan di Kuwait: Bandara Jadi Target Vital

Di Kuwait, otoritas melaporkan tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone. Tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api yang berkobar, dan kantor berita Kuwait menyatakan tidak ada cedera serius akibat insiden tersebut. Militer Kuwait menggambarkan serangan drone ini sebagai "penargetan langsung terhadap infrastruktur vital."

Sebagai langkah pencegahan, perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah. Militer Kuwait juga berhasil mencegat dan menghancurkan beberapa drone serta tiga rudal balistik yang masuk ke wilayah udaranya.

Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri Kuwait melaporkan dua personel keamanan perbatasan tewas saat bertugas. Meskipun penyebab kematian mereka belum dijelaskan secara rinci, belum jelas apakah insiden ini terkait langsung dengan serangan Iran. Otoritas Kuwait juga mencatat adanya kerusakan material pada beberapa fasilitas sipil akibat puing-puing dari operasi pencegatan. Kebakaran juga melanda gedung utama Lembaga Publik untuk Jaminan Sosial, menambah daftar kerusakan yang terjadi.

Arab Saudi: Kawasan Diplomatik Riyadh Disasar

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan 15 drone yang memasuki wilayah udaranya. Upaya serangan ini termasuk penargetan di kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh. Beberapa jam kemudian, tiga drone lainnya juga berhasil ditembak jatuh di dekat Riyadh, menggagalkan serangan lanjutan di area yang sama.

UEA dan Qatar Turut Jadi Sasaran

Di Uni Emirat Arab (UEA), Kementerian Pertahanan juga mengumumkan telah mencegat "ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran." Sirene serangan udara dilaporkan berbunyi di Bahrain, sebagaimana disampaikan Kementerian Dalam Negeri negara tersebut, menandakan adanya ancaman yang mendekat.

Qatar juga menjadi sasaran 10 rudal balistik dan dua rudal jelajah yang ditembakkan dari Iran sehari sebelumnya. Namun, sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan negara tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa.

Beberapa jam setelah gelombang serangan ini, kepala kehakiman Iran menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut di lokasi-lokasi di negara-negara Teluk yang "berada di bawah kendali musuh." Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dalam pidato langka di televisi, menyatakan bahwa Emirat berada dalam "periode perang" dan "akan muncul lebih kuat" darinya. Di Dubai, seorang warga negara Pakistan dilaporkan tewas akibat puing-puing dari "pencegatan udara" yang terjadi pada hari sebelumnya, menambah daftar korban dari konflik yang terus memanas ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Akui Bunuh Menteri Intelijen Iran Dunia Menanti Reaksi

18-03-2026 - 18.30

Iran Geger Penangkapan Besar Besaran

18-03-2026 - 18.00

Beirut Berdarah Dini Hari

18-03-2026 - 16.45

Pangkalan Australia di UEA Diserang Proyektil Iran Ini Faktanya

18-03-2026 - 16.30

BBM Langka Negara Tetangga Indonesia Libur Tiap Rabu

18-03-2026 - 16.15

Peluru Nyasar Menggemparkan Korsel Militer Langsung Ambil Tindakan

18-03-2026 - 16.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.