Presiden Tiongkok Xi Jinping menyuarakan seruan tegas agar kedaulatan nasional negara-negara di kawasan Timur Tengah dihormati sepenuhnya, sekaligus menegaskan komitmen Beijing untuk memainkan "peran konstruktif" dalam mempromosikan perundingan damai. Seruan ini muncul di tengah lonjakan ketegangan menyusul kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, situasi di Teluk kembali memanas setelah negosiasi penting tersebut.
Krisis terbaru ini berakar dari putaran pertama perundingan damai antara Washington dan Teheran yang digelar di Pakistan pada akhir pekan, yang berakhir tanpa kesepakatan berarti. Sumber dari AFP dan The Times of India menyebutkan, Presiden AS Donald Trump, yang disebut-sebut murka atas penolakan Iran untuk melepaskan ambisi nuklirnya, segera merespons dengan memerintahkan blokade laut terhadap jalur pelayaran vital Selat Hormuz serta pelabuhan-pelabuhan Iran.

Respons dari Teheran tidak kalah sengit. Militer Iran memperingatkan bahwa jika pelabuhan-pelabuhan mereka terancam, maka tidak ada satu pun pelabuhan di kawasan Teluk yang akan aman. Blokade laut yang diberlakukan AS sejak Senin (13/4/2026) itu dikecam keras oleh Iran sebagai tindakan ilegal yang setara dengan pembajakan.
Di tengah pusaran ketegangan baru ini, Presiden Xi menguraikan usulan Tiongkok untuk menjaga perdamaian di kawasan yang rawan konflik tersebut. "Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial dari negara-negara Teluk di Timur Tengah harus dihormati dengan tulus," tegas Xi dalam pernyataan terbarunya yang disiarkan televisi pemerintah CCTV. Ia menegaskan kembali posisi konsisten Tiongkok dalam mendorong dialog daripada konfrontasi bersenjata.
Lebih lanjut, Xi menyatakan bahwa Beijing akan terus berupaya memfasilitasi perundingan dan mendukung resolusi diplomatik. Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers juga telah menyuarakan harapan agar AS dan Iran tidak kembali menyulut api perang di Timur Tengah. Guo mendesak "pihak-pihak terkait untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata sementara, melanjutkan penyelesaian perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik, menghindari berkobarnya kembali perang dan menciptakan kondisi untuk kembalinya perdamaian dan ketenangan di kawasan Teluk secepatnya."
Guo Jiakun juga secara spesifik menyerukan navigasi "tanpa hambatan" di Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan strategis, menyusul perintah blokade laut yang dikeluarkan oleh Presiden Trump.

