Internationalmedia.co.id – News – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengklaim melancarkan serangkaian serangan signifikan terhadap pasukan Amerika Serikat di dua lokasi strategis Timur Tengah: Dubai, Uni Emirat Arab, dan Pangkalan Arifjan di Kuwait. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya tensi dan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Menurut laporan Aljazeera pada Selasa (3/3/2026), IRGC mengungkapkan bahwa unit angkatan lautnya mengeksekusi "serangan kompleks menggunakan drone dan rudal" yang secara spesifik mengincar personel militer AS yang ditempatkan di Dubai. Serangan ini menandai eskalasi yang mengkhawatirkan dalam dinamika regional.

Tak berhenti di UEA, Garda Revolusi Iran juga menyatakan bertanggung jawab atas serangan drone terhadap Pangkalan Arifjan di Kuwait, sebuah fasilitas militer yang dikenal menampung personel AS. Dalam pernyataan mereka, IRGC menyebutkan bahwa 10 drone dikerahkan dalam operasi ini dan diklaim berhasil mengenai sasarannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi atau konfirmasi dari pihak Kuwait maupun Amerika Serikat terkait klaim serangan yang dilancarkan Iran ini.
Di tengah situasi yang kian memanas, Amerika Serikat dilaporkan tengah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Berdasarkan laporan media Israel, Hayom, yang dikutip Aljazeera, AS telah mengerahkan 15 pesawat pengisian bahan bakar tambahan ke wilayah tersebut. Pesawat-pesawat ini memfasilitasi pengisian bahan bakar udara ke udara untuk jet tempur dan pesawat militer lainnya, memungkinkan operasional yang lebih cepat tanpa perlu pendaratan. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar ini didampingi oleh sejumlah jet tempur, meskipun jumlah pastinya tidak dirinci.
Perkembangan ini menggarisbawahi ketegangan yang terus membara di Timur Tengah, dengan potensi peningkatan konfrontasi antara Iran dan pasukan AS di wilayah tersebut. Publikasi seperti internationalmedia.co.id akan terus memantau situasi ini dengan cermat.

