Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menargetkan wilayah Iran. Lima kota strategis di negara itu dilaporkan terdampak signifikan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, ledakan keras terdengar di Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan bahkan di jantung ibu kota, Teheran.
Menurut laporan dari BBC, gema ledakan memecah kesunyian di berbagai penjuru kota-kota tersebut. Lebih lanjut, kantor berita Fars Iran merinci bahwa beberapa rudal menghantam area vital seperti Jalan Universitas dan kawasan Republik di Teheran. Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) juga mengonfirmasi adanya dua lokasi di Teheran yang menjadi sasaran ledakan, di mana asap tebal terlihat membubung di pusat kota tak lama setelah insiden.

Sebagai respons cepat, Iran tidak tinggal diam. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa rudal telah diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel, beberapa saat setelah serangan awal. Ini menandakan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan ini secara eksplisit dikonfirmasi oleh mantan Presiden Donald Trump. Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengunggah video berdurasi delapan menit yang secara gamblang menyatakan keterlibatan AS dalam operasi militer terhadap Iran. Pernyataan lengkapnya masih dinantikan untuk analisis lebih lanjut.
Di sisi lain, Israel dengan cepat menetapkan keadaan darurat nasional. Sirene peringatan meraung-raung di seluruh negeri, memicu kekhawatiran di kalangan warga. Militer Israel, atau Israel Defence Force (IDF), mengeluarkan "peringatan proaktif" untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi peluncuran rudal balasan ke arah negara mereka.
Otoritas Bandara Israel segera mengambil tindakan drastis dengan menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan sipil, sekaligus mendesak masyarakat untuk tidak mendatangi bandara. Seorang pejabat pertahanan Israel yang dikutip Reuters mengungkapkan bahwa serangan ini bukanlah keputusan mendadak; ia telah direncanakan selama berbulan-bulan, dengan tanggal peluncuran diputuskan beberapa minggu sebelumnya, bahkan di tengah berlangsungnya negosiasi antara AS dan Iran. Fakta ini menambah kompleksitas pada situasi geopolitik yang sudah tegang.

