Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Menteri Pertahanan Israel, Katz, yang mengungkapkan bahwa keputusan untuk melenyapkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah ditetapkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejak November tahun lalu. Khamenei sendiri dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada akhir Februari kemarin, sebuah insiden yang telah mengguncang stabilitas kawasan.
Menurut laporan Reuters pada Jumat (6/3/2026), kematian Khamenei terjadi pada jam-jam awal serangan udara gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan pada hari Sabtu. Peristiwa ini menandai kali pertama seorang pemimpin tertinggi Iran tewas akibat serangan udara, sebuah preseden yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah konflik regional.

Operasi udara gabungan yang intens tersebut kini telah memasuki akhir minggu pertamanya, menyusul serangkaian serangan awal yang tidak hanya merenggut nyawa para pemimpin penting negara tersebut tetapi juga secara signifikan memicu eskalasi menuju perang regional yang lebih luas.
Dalam wawancara eksklusif dengan berita TV N12 Israel, Katz menjelaskan detail di balik keputusan krusial tersebut. "Pada bulan November lalu," ujarnya, "kami telah menggelar pertemuan di sebuah forum yang sangat tertutup dengan perdana menteri, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara tegas menetapkan tujuan untuk melenyapkan Khamenei."
Rencana ambisius ini kemudian dikomunikasikan kepada Washington dan dipercepat pelaksanaannya sekitar bulan Januari. Percepatan ini dipicu oleh kekhawatiran Israel bahwa para penguasa ulama Iran, yang saat itu menghadapi gelombang protes internal, mungkin akan melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan aset-aset Amerika Serikat di seluruh Timur Tengah, demikian terang Katz.
Israel sendiri secara konsisten menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk menyingkirkan apa yang mereka anggap sebagai ancaman eksistensial, terutama yang berasal dari program nuklir dan proyek rudal balistik Iran. Lebih jauh, Tel Aviv juga berambisi untuk mewujudkan perubahan rezim di Teheran. Namun, hingga saat ini, para penguasa Iran belum menunjukkan indikasi sedikit pun untuk melepaskan kendali kekuasaan mereka.

