Pergerakan Hamas melayangkan tuntutan serius kepada Dewan Perdamaian (BoP) yang baru saja dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Hamas mendesak dewan tersebut untuk segera menekan Israel agar menghentikan pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza, menegaskan bahwa "perang genosida" masih terus berlangsung di wilayah tersebut.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataannya kepada AFP menjelang pertemuan perdana BoP di Washington minggu ini, secara tegas menyatakan, "Kami mendesak anggota dewan untuk mengambil tindakan serius guna memaksa pendudukan Israel menghentikan pelanggarannya di Gaza, karena perang genosida terhadap Jalur Gaza masih berlangsung." Pertemuan perdana dewan tersebut dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Washington DC, Amerika Serikat.

Dewan Perdamaian, yang diketuai langsung oleh Trump, awalnya dirancang dengan tujuan mulia untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza dan memimpin upaya rekonstruksi pasca-konflik antara Hamas dan Israel. Namun, seiring berjalannya waktu, misinya meluas menjadi penyelesaian berbagai konflik internasional, memicu kekhawatiran di kalangan pengamat bahwa presiden AS tersebut berambisi menciptakan entitas yang berpotensi menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Qassem juga menambahkan seruan agar Dewan Perdamaian mendukung komite teknokrat Palestina yang baru dibentuk. Komite ini dimaksudkan untuk mengawasi pemerintahan sehari-hari Gaza pasca-perang, dengan harapan "upaya bantuan dan rekonstruksi di Gaza dapat segera dimulai dan berjalan lancar."
Sejak peluncurannya oleh Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari lalu, setidaknya 19 negara telah menandatangani piagam pendirian Dewan Perdamaian. Keanggotaan tetap mensyaratkan pembayaran sebesar $1 miliar. Namun, undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, yang negaranya menginvasi Ukraina pada tahun 2022, telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak, menambah daftar kontroversi seputar badan baru ini.
Dinamika ini menyoroti kompleksitas upaya perdamaian di Timur Tengah dan tantangan yang dihadapi oleh inisiatif baru seperti Dewan Perdamaian dalam menavigasi lanskap geopolitik yang penuh ketegangan.

