Internationalmedia.co.id – News – Kerajaan Arab Saudi melayangkan kecaman keras terhadap Iran menyusul serangkaian serangan yang menargetkan sejumlah negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Riyadh menilai aksi Teheran tersebut secara terang-terangan memicu permusuhan dan mengancam stabilitas regional. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta baru-baru ini.
Dubes Faisal Abdullah Al Amoudi menegaskan penolakan keras pihaknya atas agresi Iran, tidak hanya terhadap Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga terhadap negara-negara Arab Teluk dan negara-negara Islam lainnya di kawasan. Ia bahkan menuding bahwa permusuhan yang dilancarkan Iran, khususnya terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk, merupakan tindakan yang telah direncanakan dan disengaja.

Menurut Faisal, serangkaian tindakan Iran ini jelas mengindikasikan upaya untuk menciptakan kekacauan di kawasan. Ia menekankan bahwa rentetan serangan yang terus berlanjut di negara-negara Teluk tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Akibatnya, kepercayaan negara-negara di kawasan terhadap Iran semakin terkikis. Faisal menambahkan bahwa Teheran tampaknya berupaya melepaskan diri dari tanggung jawab atas tindakan-tindakan yang telah mereka lakukan.
Arab Saudi menyambut baik dukungan komunitas internasional, termasuk pengesahan Resolusi PBB nomor 2817 yang didukung oleh hampir 163 negara anggota. Selain itu, Riyadh juga menyoroti Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa yang mengutuk keras serangan Iran terhadap negara-negara tetangga di Teluk. Resolusi tersebut, yang diadopsi secara bulat, menyerukan ganti rugi penuh dan cepat bagi semua korban, serta mengecam tindakan Iran yang menargetkan fasilitas vital, infrastruktur, dan pelabuhan udara di negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik.
Faisal juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas perairan laut sesuai konvensi internasional. Ia mengutuk keras tindakan Iran yang mengganggu lalu lintas kapal di Teluk dan Selat Hormuz, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap ekonomi global, keamanan energi, dan pasokan pangan dunia.
Meskipun Arab Saudi senantiasa mengedepankan solusi diplomatik, Faisal menegaskan bahwa Kerajaan tidak akan ragu untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya, serta menjamin keamanan warga negara dan ekspatriat di dalamnya, sesuai dengan hukum internasional.
Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Dubes Faisal mengungkapkan bahwa sebagian besar serangan Iran dalam konflik terbaru justru menargetkan negara-negara tetangga, termasuk Arab Saudi dan negara-negara Teluk. Ia menyebut, hampir 85 persen serangan Iran diarahkan ke kawasan tersebut, sementara hanya sekitar 15 persen yang menargetkan Israel.
Faisal menegaskan bahwa Arab Saudi tidak terlibat dalam konflik yang pada dasarnya merupakan perseteruan antara Iran dan Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat. Ia juga menyoroti ironi di balik seruan solidaritas umat Islam yang kerap digaungkan Iran, sementara pada kenyataannya, Teheran justru melancarkan serangan terhadap sesama negara Muslim.
Sebagai konteks, konflik di Timur Tengah memanas setelah serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan seorang pemimpin penting dan memicu eskalasi. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah, termasuk menyasar negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Negara-negara Teluk tersebut telah berulang kali menyatakan ketidaklibatan mereka dalam konflik dan menolak wilayah mereka digunakan sebagai landasan serangan.

