Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah serangan drone Iran di Riyadh, Arab Saudi, yang sebelumnya menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat, kini dilaporkan juga menghantam markas Badan Intelijen Pusat (CIA) di kota yang sama. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan pada Rabu (4/3/2026), insiden ini menambah daftar panjang eskalasi konflik di kawasan.
Berdasarkan laporan eksklusif dari CNN pada tanggal tersebut, yang kemudian turut dikonfirmasi oleh Washington Post, stasiun CIA di Riyadh menjadi sasaran serangan drone Iran yang diduga terjadi pada hari Senin, bersamaan dengan insiden di Kedutaan Besar AS. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, sumber-sumber menyebutkan adanya kerusakan signifikan pada struktur bangunan markas intelijen tersebut, yang berlokasi dalam kompleks yang sama dengan kedutaan.

Pihak CIA sendiri, ketika dimintai konfirmasi terkait insiden ini, menolak untuk memberikan komentar. Sebelumnya, serangan drone Iran yang menargetkan Kedutaan Besar AS telah menyebabkan kebakaran dan kerusakan. Dua drone pertama dilaporkan menghantam langsung area kedutaan, sementara dua drone Iran lainnya diduga menyerang di atau dekat area kompleks diplomatik tersebut, menurut keterangan dari sumber lain yang mengetahui situasi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah secara terbuka menyatakan bahwa mereka telah memulai operasi untuk menghancurkan "pusat-pusat politik Amerika" di seluruh wilayah. Dalam sebuah unggahan di platform Telegram, IRGC secara eksplisit menyebutkan, "Ledakan di kedutaan Washington di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, adalah langkah ke arah ini," mengindikasikan bahwa serangan tersebut adalah bagian dari strategi yang lebih besar. Insiden ini semakin memperkeruh situasi keamanan di Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dan kepentingan AS di kawasan.

