Internationalmedia.co.id – News – Teheran diguncang kabar penangkapan besar-besaran. Otoritas Iran baru-baru ini meringkus setidaknya 20 individu di wilayah barat laut negara itu. Mereka dicurigai kuat berkolaborasi dengan Israel, sebuah perkembangan signifikan yang terjadi lebih dari dua minggu setelah pecahnya konflik di Timur Tengah.
Penangkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penggerebekan intensif terhadap jaringan yang diduga memiliki kaitan dengan Israel di Provinsi Azerbaijan Barat. Jaksa provinsi Hossein Majidi, seperti dikutip kantor berita Fars pada Minggu (15/3/2026), menyatakan bahwa "Dua puluh orang ditangkap dan ditahan setelah mereka ditemukan mengirimkan detail lokasi militer, penegak hukum, dan keamanan kepada musuh Zionis."

Langkah ini bukan yang pertama. Pihak berwenang Iran telah melancarkan operasi besar-besaran di seluruh negeri, menahan ratusan orang dalam beberapa hari terakhir. Mereka dicurigai bekerja sama tidak hanya dengan Israel, tetapi juga dengan Amerika Serikat.
Konflik di Timur Tengah sendiri, yang menjadi latar belakang penangkapan ini, dimulai pada 28 Februari. Menurut narasi Iran, konflik tersebut dipicu oleh serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu pembalasan dari pihak Iran.
Dalam laporan terpisah, kantor berita resmi IRNA juga melaporkan penangkapan seorang individu. Orang tersebut diduga mengirimkan informasi ke saluran TV Iran International yang berbasis di London. Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan bahwa individu tersebut menggunakan terminal Starlink, sebuah teknologi yang secara resmi dilarang di Iran.
Iran sendiri telah mengalami isolasi digital total dari dunia luar sejak dimulainya perang, dengan pemadaman internet yang meluas. Untuk mengatasi pembatasan ini, beberapa warga Iran diketahui beralih menggunakan terminal Starlink dari perusahaan AS SpaceX, yang memungkinkan akses internet melalui satelit.
Sebelumnya, pada Januari, Iran telah mengeluarkan larangan kerja sama dengan Iran International, dengan tegas menyatakan bahwa saluran tersebut "berafiliasi dengan rezim Zionis." Penangkapan ini semakin mempertegas ketegangan intelijen di tengah gejolak regional yang memanas.

